Dikesempatan yang sama, mantan Anggota KPUD Provinsi Sulawesi Tenggara selaku presidium sidang, menegaskan pada ketua Tanfidziah yang diusulkan 6 MWC “Apakah bersedia menjabat sebagai ketua Tanfidziah NU Buteng?,” secara tegas Ir. Haji Maynu menjawab “Insya Allah siap mengemban Amanah yang diberikan,” tutur Ir. H. Maynu.
Sebelum dibaca konsederan penetapan Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama Buton Tengah, Wakil Ketua Satu NU Sulawesi Tenggara ini menanyakan Visi dan Misi Ir. H Maynu dalam membangun NU Buton Tengah nantinya jika telah ditetapkan.
Ketua Terpilih Ir. H Maynu dalam visi-misinya menyampaikan bahwa menjadi pemimpin itu dalam filosofi Buton yakni memikul beban. “Bukan mencari ketenaran atau mengambil keuntungan pada jabatan. untuk itu butuh teman-teman pengurus untuk sma-sama mengurus NU ini agar beban itu menjadi ringan,” ucapnya.
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat
Ia juga menambahkan, menangkap pesan dari K.H. Muslim dalam menangkal radikalisme, perlu kiranya NU juga membentuk Pondok Pesantren. “Agar nantinya bisa menetralisir gerakan-gerakan paham radikalisme di Daerah ini, membangun tempat-tempat mengaji dan terus menjaga tradisi kedaerahan kita,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri beberapa Ormas Kabupaten Buton Tengah diantaranya Lembaga Da’wa Islma Buton Tengah, Perwakilan Muhammadiyah Buton Tengah, Ketua DPC PPP, Ketua DPC PKB, Ketua DPC PBB, Anggota DPRD Buton Tengah, Kepala-kepala Desa Buton Tengah dan beberapa ketua Yayasan pondok pesantren Se-Buton Tengah. (*)
