Republiknews.co.id

Tak Diberi Upah Saat Jadi Panitia Idul Adha, 10 Remaja Masjid di Gowa Kuras Isi Kotak Amal

10 orang Remaja Masjid Silaturrahim Mangasa di Kabupaten Gowa, terekam cctv mengambil uang isi kotak amal Masjid hasil lebaran Idul Adha 1443 Hijriah. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Kotak amal Masjid Silaturrahim digasak maling, usai salat Idul Adha Minggu (10/07/2022) sore kemarin.

pencurian isi celengan ini terjadi di Kelurahan Mangasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan aksi Pencurian tersebut terekam oleh CCTV yang terpasang di dalam Masjid.

Dalam rekaman CCTV tampak sejumlah pelaku diduga masih remaja.

Kata Pengurus Masjid, para pelaku terlihat masuk ke ruangan tempat penyimpanan kotak amal tersebut.

“Terlihat ada 5 remaja yang mengacak acak mimbar, terus dua orang merusak pintu gudang yang didalamnya tersimpan uang celengan Masjid hasil dari Idul Adha yang belum dihitung,” kata Ahmad Daeng Gassing, pengurus Masjid Silaturrahim Mangasa, saat ditemui.

Usai membobol kotak amal, para pelaku menggondol sejumlah uang isi celengan lalu kabur.

“Para pelaku, memiliki peran berbeda-beda,
Ada yang mengintai, ada yang bertugas merusak pintu gudang dan ada yang eksekutor,” jelasnya.

“Ada sekitar lima orang di luar Masjid lagi, mereka bertugas memantau di luar pagar dan dekat mimbar,” sambungannya.

Ia menyebut, uang isi kotak amal yang disimpan di dalam Gudang yang belum sempat dihitung ditaksir Rp 25 juta.

“Biasanya kalau lebaran itu isi kotak amal sekira Rp 25 juta, tapi karena ada kejadian ini kita belum hitung totalnya,” sambungnya.

Kasus pencurian ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Bahkan dari informasinya sudah 4 pelaku telah diamankan polisi.

“Kita sudah laporkan ke polisi berbekal rekaman Cctv, bahkan katanya sudah ada 4 yang di tangkap” tutupnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Mangasa Muh. Ismail membenarkan kejadian tersebut.

“Sudah diamankan 10 orang, dan semuanya sudah ada di Polsek, Mirisnya, para pelaku merupakan remaja masjid itu sendiri,” ungkap Ismail Bhabinkamtibmas mangngasa.

Dia menjelaskan, hasil interogasi terhadap pelaku, dimana berawal seusai Salat Idul Adha di Masjid Silaturrahim, dimana para remaja Masjid dilibatkan untuk mengumpulkan isi celengan Masjid.

“Menurut dia, usai mengedarkan kotak amal, para pelaku berharap mendapatkan upah, namun, karena lama menunggu dari pihak panitia Masjid, mereka berinisiatif mengambil sendiri upah mereka, namun naas aksinya itu justru menyeretnya kekantor polisi,” jelasnya.

Kata Bhabinkamtibmas, Isi kotak amal itu, kurang lebih Rp 6 juta, tapi uang tersebut sudah dibagi-bagi.

“Uangnya sudah dibagi-bagi, dan anak-anak ini memang termasuk Remaja Massjid,” sambungnya.

Hasil introgasi, para terduga pelaku ini kerap membantu kegiatan-kegiatan Masjid.

“Ada miskomunikasi antara Remaja Masjid ini dengan panitia Masjid sehingga terjadi hal seperti ini,” katanya.

Dia menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan pantia atau pengurus Masjid agar hal serupa tidak terulang kembali.

“Iya kita akan lakukan pembinaan kepada para remaja agar hal tersebut tidak terulang lagi,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version