REPUBLIKNEWS.CO.ID,MASAMBA — Dalam rangka kepastian lahan masyarakat Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di tahun 2022 ini Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Luwu Utara menargetkan pengukuran sertifikasi lahan warga transmigrasi sebanyak 1.220 persil (bidang tanah.red) di empat UPT.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Luwu Utara, Agussalim Lambong menjelaskan di tahun 2022 ini pihaknya menargetkan menuntaskan pengukuran sertifikasi lahan warga transmigrasi di empat UPT. ” Ada 1.220 bidang tanah di empat UPT tahun ini Insya Allah kita selesaikan,” kata Agussalim Lambong saat ditemui di ruang kerjanya. Senin (24/01/2022)
Agus menguraikan ke empat UPT tersebut diantaranya UPT Maipi Desa Lero Kecamatan Masamba ada 210 persil, UPT Bantimurung Desa Bantimurung Kecamatan Bone-bone ada 414 persil, UPT Buso Desa Sassa Kecamatan Baebunta 318 persil, dan UPT Pongkase Desa Lampuawa Kecamatan Sukamaju sebanyak 278 persil.
” Kalau UPT Bantimurung pengukuran sudah selesai, tinggal menunggu pemberkasanya saja. UPT Pongkase rencananya minggu ini kita turun untuk melihat kesiapan warga juga terkait patoknya. Insya tahun ini untuk empat UPT kita akan selesaikan” tutur Agussalim.
Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk memasang patok disetiap batas tanah atau batas lahan dan tapak rumah. Karena hal itu juga sangat membantu saat tim melakukan pengukuran di lapangan. ” Karena kadang tim datang mengukur pemiliknya tidak ada, tapi ini juga sudah kita sosialisasikan baik langsung kepada masyarakat, juga melalui pemerintah desa setempat,” pungkasnya. (*)
