REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — 45 auditor Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa ikut dalam Workshop Manajemen Risiko di Travellers Hotel Phinisi Makassar, Rabu, (18/05/2021).
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsina mengatakan, manajemen risiko ini digelar untuk membackup Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang ada di lapangan, dimana APIP merupakan instansi pemerintah yang mempunyai tugas dan fungsi pokok dalam melakukan pengawasan.
“Jika kita berbicara persoalan manajemen risiko, ini dilaksanakan untuk membackup seluruh auditor di Inspektorat karena manajemen risiko ini banyak mempengaruhi kegiatan lain salah satunya peningkatan APIP,” ungkapnya.
Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja
Untuk menaikkan level APIP, maka seluruh auditor perlu dibekali dengan manajemen risiko mengingat seluruh kegiatan apapun pasti memiliki risiko.
“Seluruh auditor harus dibekali dengan kehati-hatian, dalam mengambil langkah dan memperhatikan objek apapun dalam melakukan pengawasan. Jangan sampai sudah dikeluarkan keputusan tapi manajemen yang digunakan tidak bagus sehingga salah dalam hal menentukan majemen risiko,” jelasnya Kamsina yang juga Inspektorat Kabupaten Gowa ini.
Ia berharap melalui workshop ini, seluruh peserta dapat memperhatikan dengan jelas para pemateri agar setelah workhsop terus ada hasil yang bisa diterapkan
Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea
“Selama ini penerapan manajemen risiko di Kabupaten Gowa sudah berjalan dengan baik. Hanya perlu dibekali lagi dengan ilmu yang lebih sempurna melalui kegiatan ini,” harap Kamsina.
Sementara, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Selatan, Arman Sahri Harahap pada materinya mengungkapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran dalam menyusun manajemen risiko, terlebih dalam suatu pemerintahan yang dibutuhkan adalah kolaboratif.
“Manajemen risiko ini bukan hanya pada terletak pada pimpinan saja, tetapi seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggungjawab yang sama dalam artian kolaboratif sangat dibutuhkan,” katanya.
Baca Juga : OJK Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perdagangan Saham PT Swat
Arman Sahri menjelaskan risiko merupakan kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi salah satunya permasalahan penyimpangan pengelolaan keuangan sehingga perlu dilakukan tindakan mitigasi didalamnya.
“Jadi seluruh kegiatan harus mempertimbangkan aspek risiko lalu dilakukan mitigasi untuk pengendalian risiko tersebut, manajemen risiko inilah nantinya yang bisa menjadi pengendali dari risiko itu sendiri, karena kualitas yang utama dalam manajemen risiko ini adalah bagaimana mencapai tujuan visi misi kepala daerah dan pengamanan aset,” jelasnya. (Rhany)
