REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI – Berdasarkan penyampaian dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang peringatan dini terkait fenomena ‘La Nina’ yang diperkirakan terjadi hingga Februari 2022 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai telah melakukan pemetaan terhadap wilayah potensi bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Budiaman, mengungkapkan hasil pemetaan yang dilakukannya di beberapa wilayah di Kabupaten Sinjai dinilai rawan bencana.
Pemetaan tersebut dilakukannya berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta sesuai dengan perintah Bupati Sinjai Andi Seto Asapa.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Berdasarkan hasil pantauan kita, telah dipetakan di Kecamatan Sinjai Borong, Sinjai Barat, Sinjai Tengah, dan sebagian Sinjai Selatan rawan bencana longsor,” ungkap Budiaman saat ditemui usai pelaksanaan Apel Siaga Gelar Pasukan di halaman Eks Kantor Bupati Sinjai, Senin (08/11/2021).
Lanjut dikatakan Budiaman, untuk Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai Timur dan sebagian di Sinjai Selatan dan Sinjai Tengah dinilai rawan banjir.
Tidak hanya itu, dibeberapa wilayah juga diprediksi akan terkena angin kencang.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
Untuk menghadapi ancaman terhadap wilayah yang rawan bencana tersebut, pihaknya telah menyiapkan personel dan peralatan dalam penanggulangan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.
Bahkan, ia telah menerima bantuan logistik dan peralatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktur Logistik dan Peralatan atas permintaan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa.
