REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE – Keturunan atau wijanna Raja Bone ke-16 La Patau Matanna Tikka akan membentuk organisasi resmi berbadan hukum hingga meminta dibentuknya pusat kebudayaan ex. La Patau Heritage Centre sebagai wadah pengembangan kebudayaan.
Kedua rencana tersebut menjadi poin dari beberapa poin lainnya yang dihasilkan pada pertemuan akbar lewat tudang sipulung Wija La Patau Matanna TikkaLa Patau Matanna Tikka di Kabupaten Bone pada 21-22 November 2021 kemarin.
“Di pertemuan itu membahas tiga poin penting antara lain pelestarian kebudayaan, organisasi wija La Patau Matanna Tikka dan keberlanjutan pertemuan antar wija,” kata Koordinator Steering Comite Sapri Pamulu, dalam pernyataan resminya, Senin (22/11/2021).
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
Ia mengaku, perlunya organisasi resmi yang beranggotakan seluruh wijanna Raja Bone ke-16 ini sebab para wija Puatta La Patau yang tersebar di seluruh dunia merupakan asset penting bagi Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu dipandang perlu adanya
sebuah wadah untuk menghimpun seluruh potensi wija dalam sebuah organisasi yayasan.
“Tentunya organisasi yayasan ini akan kita bentuk badan hukum (legal formal),” terangnya.
Dalam Tudang Sipulung para wijanna Raja Bone ke-16 ini juga merekomendasikan beberapa hal-hal penting yang perlu mendapat perhatian oleh Pemerintah Kabupaten Bone. Salah satunya pembentukan Pusat Kebudayaan ex. La Patau Heritage Centre untuk mendukung program 10 objek pemajuan kebudayaan.
Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL
Termasuk pula melakukan revitalisasi dan penguatan lembaga adat, dan mencermati kemajuan potensi daerah Kabupaten Bone.
Ia mengungkapkan, untuk terus mempererat silaturahmi antara wijanna Raja Bone ke-16 ini maka diperlukan pertemuan berkala. Sehingga disepakati pertemuan akbar tersebut akan menjadi agenda rutin.diperlukan pertemuan berkala. Sehingga disepakati pertemuan akbar tersebut akan menjadi agenda rutin.
Untuk pertemuan berikutnya diusulkan bertempat di Kabupaten Soppeng dimana penyelengganya adalah anggota Yayasan La Patau yang berdomisili di Kabupaten Soppeng dan diharapkan agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Baca Juga : Aset Perbankan di Sulampua Tumbuh 4,26 Persen, Bukukan Rp572,44 Triliun
Sementara Ketua Panitia Andi Bau Irman Mappanyukki menambahkan, beberapa rekomendasi lainnya yang dihasilkan dalam Tudang Sipulung tersebut yaitu memfokuskan untuk memajukan kebudayaan di Kabupaten Bone. Sebab kebudayaan yang ada di Kabupaten Bone merupakan bagian penting dari kebudayaan nasional.
Dirinya menyebutkan, salah satunya yaitu pengembangan Bone Geo Park yang berpotensi sebagai wahana dan wadah pendidikan, pelestarian, konservasi alam dan budaya, serta pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkrit untuk mewujudkannya oleh pemerintah dan stakeholder lainnya.
Pengembangan Bone Geo Park sebutnya, karena berpotensi sebagai wahana dan wadah pendidikan, pelestarian, konservasi alam dan budaya, serta pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkrit untuk mewujudkannya oleh pemerintah dan stakeholder lainnya.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Kantongi Sertifikat HGB PLTU Punagaya di Jeneponto
“Kedepannya akan dilakukan sejumlah langkah-langkah strategis untuk mendukung hal tersebut. Antara lain, perlindungan, pengembangan, pembinaan dan pemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat, ” terang Sapri Pamulu. (Rhy)
