0%
logo header
Kamis, 28 Juli 2022 17:55

Biodata Kapolda Metro Jaya Diedit Oknum di Wikipedia, Fadil Imran Tetap Fokus Tugas Utama

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Irjen Pol Fadil Imran. (Istimewa)
Irjen Pol Fadil Imran. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memberi tanggapannya terkait pengeditan biodata dirinya di situs Wikipedia.

Melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Fadil menyampaikan bahwa pengeditan tersebut tidak mempengaruhi aktivitasnya sebagai Kapolda Metro Jaya.

“Pak Kapolda menyampaikan bahwa beliau tetap fokus kepada tugas utamanya sebagai pimpinan Polda dalam melayani masyarakat untuk menjaga ketertiban Ibu Kota,” ujar Zulpan dikutip dalam keterangan yang diterima, Kamis (28/7/2022)

Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea

Zulpan menyebutkan bahwa Kapolda tidak melaporkan pengeditan tersebut walau sudah ada pihak yang melaporkannya.

“Pak Kapolda tidak melaporkan sama sekali,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, profil atau biodata dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di laman Wikipedia sempat diubah dan disunting oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Fonda Tangguh, Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia, melaporkan hal tersebut ke polisi hari Selasa (26/7/2022).

Baca Juga : Musda Kosgoro 1957 Sulsel Tunda Pemilihan Ketua, Penjaringan Bakal Calon Dimatangkan

“Hari ini saya melaporkan pengguna anonimnya, saya laporkan hari ini dengan dugaan Pasal 14 Ayat 2 dan pasal 15 tentang penyebaran berita bohong yang menimbulkan kegaduhan,” ujar Fonda kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

“Ini sangat-sangat nggak baik, nggak bagus ini. Informasi liar yang akan menimbulkan opini publik yang nggak jelas,” ujar Ketua Umum Sahabat Polri Fonda Tangguh kepada wartawan, Selasa (26/7).

Fonda menyebut suntingan itu berbahaya karena akan menimbulkan kegaduhan. Mengingat Kapolda Metro Jaya merupakan bagian dari institusi kepolisian dalam ini sudah dirugikan dengan adanya penyuntingan tersebut.

Baca Juga : Sulawesi Cup Race Sukses Digelar di Sidrap, Putaran Uang di UMKM Capai Miliaran Rupiah

“Bayangkan kalau setiap tokoh publik nanti ke depannya. Terus dapat suntingan yang sama akan berbahaya karena akan menimbulkan kegaduhan,” ujar Fonda.

“Apalagi Kapolda ini kan bagian dari institusi kepolisian yang sudah dirugikan selain material dengan adanya pemberitaan ini dan informasi liar,” tutupnya.(*)

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646