0%
logo header
Kamis, 01 September 2022 11:04

BLK Gowa Serahkan Sertifikat Keterampilan ke Peserta Pelatihan Vokasi

Rizal
Editor : Rizal
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa, Asriawan Umar saat menyerahkan sertifikat didampingi Kepala UPT Balai Latihan Kerja Gowa, Muhlis di Aula UPT BLK Gowa. (Foto: Chaerani)
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa, Asriawan Umar saat menyerahkan sertifikat didampingi Kepala UPT Balai Latihan Kerja Gowa, Muhlis di Aula UPT BLK Gowa. (Foto: Chaerani)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gowa menyerahkan sertifikat kepada puluhan peserta pelatihan vokasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gowa, Asriawan Umar mengatakan bahwa sebanyak 48 peserta pelatihan berbasis kompetensi program pendidikan dan pelatihan vokasi telah diberikan sertifikatnya. Ini merupakan sertifikasi keterampilan menjahit dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sulawesi Selatan.

“Sertifikasi yang telah dikantongi para alumni pelatihan ini menjadi modal utama membuka usaha mandiri ataupun melamar di perusahaan-perusahan konveksi atau garmen,” katanya usai menyerahkan sertifikat didampingi Kepala UPT Balai Latihan Kerja Kabupaten Gowa Muhlis di sela penutupan pelatihan, di Aula UPT BLK Gowa, Kamis (1/9/2022).

Baca Juga : Golkar Luwu Utara Menyusul, Appi Kini Kunci 20 Dukungan DPD II Golkar se-Sulsel

Menurutnya, mendapatkan sertifikasi dari LSP ini adalah sebuah prestasi tersendiri dan memang diinginkan banyak orang. Sehingga sertifikat ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai mestinya, termasuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan dengan benar.

“Kalau ada kendala, silahkan koordinasi ke Disnakertrans Gowa, kita akan bantu. Misalnya jika ingin mengembangkan usaha mandiri maka Disnakertrans akan membantu untuk mendapatkan modal usaha perbankan,” kata Asriawan.

Selain meminta para alumni pelatihan vokasi ini memaksimalkan ilmu yang diperolehnya, Asriawan juga mengingatkan alumni peserta untuk menjaga sebaik-baiknya sertifikasi dari LSP tersebut.

Baca Juga : Nasabah PNM Mekaar di Gowa Dibekali Literasi dan Digitalisasi Keuangan

“Sertifikasi ini seperti ijazah. Sangat penting dimiliki jika ingin mendaftar pada sebuah lembaga besar dan lainnya. Sertifikasi profesi ini adalah sebuah pengakuan bahwa alumni pelatihan menjahit ini hasil karyanya atau produknya tidak diragukan lagi. Jadi pergunakan sebaik mungkin jangan hanya jadi pajangan rumah,” tambah Asriawan.

Ia juga meminta agar para alumni pelatihan dapat membekali diri dengan kartu kuning atau kartu pencari kerja supaya lebih bisa terdata lebih baik di pemerintah.

Sementara itu, Kepala UPT BLK Disnakertrans Gowa Muhlis mengatakan, untuk pelatihan berbasis kompetensi program pendidikan dan pelatihan vokasi 2022 ini pesertanya berjumlah 112 orang.

Baca Juga : Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Tahap pertama 64 orang dan sudah mengantongi sertifikasi, dan untuk tahap dua ini berjumlah 48 orang. Dari total peserta ini sebanyak 95 persen dinyatakan kompeten dan mengantongi sertifikasi dari LSP. Para peserta pelatihan menjalani pelatihan ini selama 250 jam pelajaran atau selama 33 hari.

Alhamdulillah para peserta selama mengikuti pelatihan cukup antusias. Mereka gembira lantaran dari nol ataupun sebatas sekadar tahu saja akhirnya sudah tahu dan mahir menjahit. Mereka sangat yakin bisa dirikan usaha setelah mereka selesai pelatihan ini,” demikian Muhlis. (*)

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646