0%
logo header
Sabtu, 11 Juni 2022 17:44

Bocah 11 Tahun di Samarinda Tenggelam Saat Berenang, Tim SAR Lakukan Pencarian

Asril Astian
Editor : Asril Astian
Tim SAR gabungan melakukan upaya penyeleman di Sungai Karang Mumus di lokasi Yogi tenggelam, Sabtu (11/06/2022). (Istimewa)
Tim SAR gabungan melakukan upaya penyeleman di Sungai Karang Mumus di lokasi Yogi tenggelam, Sabtu (11/06/2022). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SAMARINDA – Bocah 11 tahun bernama Yogi Arya Aamadan di kabarkan tenggelam di perairan Sungai Karang Mumus, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Diduga korban tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di pinggir Sungai.

“Ya anak ini berenang sama teman-temannya, saat itu kondisi hujan dan arus kencang, kemungkinan terbawa arus,” ucap Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Dwi Adi Wibowo kepada media ini, Sabtu (11/06/2022).

Peristiwa itu terjadi di Jalan AM Sangaji, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Samarinda, pada Sabtu (11/06) pukul 13.00 Wita. Saat akan tenggelam, teman-temannya sempat berusaha menolong dengan menarik tangan Yogi ke pinggir Sungai. Namun lantaran derasnya arus, pegangan tangan temannya terlepas hingga akhirnya Yogi tenggelam.

Baca Juga : INDEX Samarinda 2025 Kembali Digelar, Puluhan Brand Ternama Ramaikan Pameran

“Jadi saat itu ada dua anak yang berenang, satu lainnya berhasil ke pinggir sungai, tapi korban yang saat itu terbawa arus sempat ditolong tapi terlepas dan akhirnya tenggelam,” kata Dwi.

Hingga kini proses pencarian masih terus diupayakan Tim SAR gabungan bersama warga setempat.

“Iya warga ikut membantu menyisir, tadi juga ada relawan berusaha membuat pusaran agar tubuh korban terangkat, tapi berapa kali di coba belum membuahkan hasil,” ungkapnya.

Baca Juga : Wali Kota Cup 2025 Bangkitkan Gairah Basket Samarinda, Fokus Ciptakan Talenta Muda

Selain itu, beberapa anggota Tim Basarnas juga terlihat melakukan penyeleman ke dasar sungai Karang Mumus di sekitar korban tenggelam.

“Kita juga lakukan penyelaman, dari informasi yang kita dapat lokasi ini baru selesai di keruk, kemungkinan nya korban masih berada di lokasi, karena arus saat ini tidak begitu deras,” pungkasnya.

Penulis : Kurniawan
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646