REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang puncak pada 15 Juli 2022 besok.
BPJS Kesehatan Makassar ikut ambil bagian dengan menggelar berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya melalui kegiatan kemanusiaan berupa aksi donor darah.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar Greisthy E. L. Borotoding mengatakan, aksi donor darah tersebut melibatkan partisipasi seluruh pegawai BPJS Kesehatan di penjuru Indonesia.
Baca Juga : 527 Warga Sinjai Penerima Bantuan BPJS Kesehatan Dikeluarkan
“Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian dan semangat gotong royong Duta BPJS Kesehatan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya dalam keterangannya, kemarin.
Sebelum mendonorkan darah, Duta BPJS Kesehatan wajib menjalani skrining kesehatan terlebih dulu untuk memastikan memenuhi kualifikasi sebagai calon pendonor darah. Pada kegiatan tersebut pihaknya bekerjasama Palang Merah Indonesia (PMI) di masing-masing daerah yang bertujuan untuk menambah stok ketersediaan kantong darah bagi masyarakat.
“Donor darah ini juga besar manfaatnya, seperti mencegah risiko terkena penyakit jantung, kolesterol, hingga kanker, menurunkan berat badan, serta bisa mendeteksi penyakit serius. Donor darah juga mendorong proses peremajaan sel-sel darah, artinya darah di dalam tubuh kita akan digantikan oleh darah baru yang lebih baik dan sehat, sehingga tubuh bisa menjadi lebih bugar dan produktif,” ujarnya.
Baca Juga : Program PESIAR Jadi Terobosan BPJS Kesehatan Tingkatkan Capaian Kepesertaan JKN di Desa
Selain itu juga BPJS Kesehatan diberbagai wilayah melaksanakan Pekan Senam Prolanis bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Serentak (Pekan Semangat) yang berlangsung di 5.400 titik.
Senam Prolanis ini pun berhasil menyabet Rekor MURI sebagai pelaksanaan senam bagi peserta penyakit kronis dengan titik lokasi pelaksanaan terbanyak se-Indonesia.
“Ini bagian dari upaya menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif,” katanya.
Baca Juga : BPJS Kesehatan Komitmen Tingkatkan Transformasi Mutu Layanan Bagi Peserta JKN
Hal tersebut juga berdasarkan pembiayaan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan pada 2021. Di mana biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik mencapai Rp17,915 triliun atau 24,11 persen dari total biaya pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan.
Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif perorangan peserta JKN.
“Berbagai penyakit katastropik tersebut sangat bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Melalui kegiatan senam ini, kami ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya menjalankan hidup sehat. Dampak jangka panjangnya diharapkan bisa menekan jumlah penderita penyakit katastropik di Indonesia,” jelasnya. (*)
