0%
logo header
Jumat, 02 Oktober 2020 12:43

BPS Sulsel : NTP Tumbuh Pada September 2020

BPS Sulsel : NTP Tumbuh Pada September 2020

REPUBLIKNEWS.CO.ID,MAKASSAR — Badan Pusat Statistik merilis angka Nilai Tukar Petani (NTP) yang tercatat mengalami peningkatan pada Kamis (2/10/2020). Pada September lalu, NTP mencapai 97,40 naik 0,85 persen dibandingkan bulan Agustus yang hanya mencapai 96,58.

Tidak hanya NTP tapi ia juga dibarengi dengan tumbuhnya Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga menjadi 98,34, tumbuh naik 0,92 persen dibandingkan bulan sebelumnya mencapai. Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah mengatakan, NTP dan NTUP digunakan sebagai indikator tingkat kesejahteraan petani.

“Kenaikan NTP sebesar 0,85% dan NTUP sebesar 0,92%, artinya dari hasil ini baik akan lebih baik tentunya,” kata Yos saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik

Dijelaskannya, Penyebab tumbuhnya NTP dan NTUP di karenakan naiknya dua subsektor yaitu, Tanaman Pangan dan subsektor Tanaman
Perkebunan Rakyat. Di antaranya tanaman pangan komoditas jagung, gabah, dan kacang hijau. Serta di subsektor tanaman perkebunan rakyat, khususnya komoditas kelapa.sawit, lada, dan cengkeh.

“Pada bulan September 2020, Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan (NTPP)
mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan NTP pada subsektor tanaman pangan terjadi karena kenaikan indeks yang diterima petani (it) lebih besar dibandingkan dengan kenaikan indeks yang dibayar petani (ib),” ungkapnya.

Indeks yang diterima petani (it) mengalami kenaikan sebesar 0,84 persen sedangkan indeks yang dibayar petani (ib) mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen. Pada indeks yang diterima petani (it) kenaikan utamanya disebabkan oleh kenaikan pada kelompok
palawija, yaitu naik sebesar 1,84 persen. Yakni Indeks yang dibayar petani (ib), kenaikan
disebabkan naiknya indeks konsumsi rumah tangga dan Indeks Biaya Produksi dan
Penambahan Barang Modal (BPPBM) masing-masing sebesar 0,15 dan 0,04 persen. (Thamzil)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646