REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI – Desa Bulukumase, Kecamatan Sinjai Selatan menjadi Desa pertama di Kabupaten Sinjai melaksanakan sosialisasi penyusunan dokumen kajian resiko bencana program desa tangguh bencana tahun 2021.
Sosialiasi ini berlangsung di Aula Pertemuan Desa Bulukamase yang resmi dibuka oleh Camat Sinjai Selatan, Andi Hadi.
Pejabat Kepala Desa Bulukamase, Usriani dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang pertama kali dilaksanakan tersebut diharapkan berkelanjutan pada tahun-tahun yang akan datang.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Kami dari Pemerintah Desa tentu berharap kegiatan ini dapat menghasilkan output bukan hanya sekedar dokumen yang keluar tetapi benar-benar di aplikasikan dalam menghadapi bencana maupun pasca bencana,” ucapnya, Jumat (05/11/2021).
Kepala Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Sinjai melalui Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Syamsul Ahmad menyambut baik sosialisasi tersebut.
Apalagi kata Syamsul, sosialisasi penyusunan dokumen kajian resiko bencana pertama kali dilakukan oleh Pemerintah Desa.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
“Kami sangat merespon sekali, karena mengkaji suatu bencana tanpa ada dokumen itu kayaknya agak berat sekali. Sehingga inilah yang menjadi pilot project desa dan kelurahan untuk melakukan kegiatan yang sama, sehingga apa yang diharapkan terkait masalah kebencanaan ini bisa kita atasi bersama-sama,” ungkapnya.
Menurut Syamsul, dalam sosialisasi tersebut juga hadir pemateri yang memiliki lisensi dalam bidang dokumen dalam kajian resiko bencana. Untuk itu, dia berharap para peserta dapat memanfaatkan momen ini.
“Harapannya kepada peserta tentu agar betul-betul memperhatikan serta belajar yang sangat kuat karena kegiatan ini berlangsung selama 3 hari. Selain ada teori di lapangan, juga akan dilakukan praktek lapangan,” ujarnya.
Baca Juga : Terima Penghargaan KIP, Pemkab Gowa Ciptakan Keterbukaan Pelayanan Informasi Publik
Selain itu, dia juga berharap kepada 80 Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Sinjai untuk melakukan hal yang sama, sehingga dokumen kajian resiko bencana dapat dimiliki oleh Pemerintah Desa maupun Kelurahan.
Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr. Emmy Kartahara Malik, perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), Dinas PUPR, BPBD Sinjai, serta peserta dari kalangan masyarakat dan unsur Pemerintah Desa. (*)
