REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Suatu pemerintahan mampu meraih atau mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) jika didorong dengan sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Dengan adanya asistensi dan juga pengawasan yang dilakukan oleh BPK RI kepada pimpinan OPD, khususnya di Kabupaten Gowa ini bisa memperbaiki seluruh laporan-laporan yang ada. Sehingga pengelolaannya lebih akuntabel, lebih terarah dan juga lebih transparan,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, kemarin.
Dengan mendorong pengelolaan seperti ini, ia pun berharap di tahun-tahun berikutnya Pemerintah Kabupaten Gowa dapat kembali meraih WTP. Khusus di Kabupaten Gowa diharapkan mampu meraih predikat WTP ke 10 kalinya, sebab saat ini Pemkab Gowa tercatat telah berhasil meraih predikat opini WTP selama sembilan kali berturut-turut.
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
“Karena itu tentu kami berharap semua kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan itu bisa tidak terulang kembali,” harap Adnan.
Ia berharap, Kabupaten Gowa bisa kembali mendapatkan WTP untuk yang ke 10 kalinya. Olehnya ia meminta bimbingan dari BPK RI Perwakilan Sulawesi Selatan.
Sementara, Kepala Perwakilan BPK-RI Provinsi Sulawesi Selatan Paula Henry Simatupang menyebutkan, ada 12 strategi untuk mempertahankan dan mendapatkan WTP. Antara lain, komitmen pimpinan entitas, antisipasi temuan baru di tahun berjalan, dan optimalisasi peran APIP.
Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL
Selanjutnya, menindaklanjuti temuan dan rekomendasi, mengefektifkan SPI, menjaga kualitas pemahaman dan keahlian SDM, dukungan regulasi, membuat rencana aksi, monitoring dan evaluasi, membentuk tim, dukungan IT dan dukungan anggaran.
“Kita dapat memperoleh kembali WTP itu tergantung dari bapak ibu. Kalau ada masalah yang terkait accounting treatment, perlakuan akuntansi dicatat atau tidak, tanyakan kepada timnya. Karena kita gampang, standar pemerintahan kita yang penting catat dulu, nilainya nanti kita koreksi,” ungkapnya.
