0%
logo header
Selasa, 21 Desember 2021 00:06

Bupati Gowa: Kolaborasi Penting untuk Pembangunan Daerah

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, memberikan sambutan saat Pengukuhan Anggota Kehormatan Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin (20/12/2021).
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, memberikan sambutan saat Pengukuhan Anggota Kehormatan Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin (20/12/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menilai terwujudnya pembangunan daerah secara merata memerlukan keterlibatan seluruh pihak di dalamnya sebagai mitra kerja dalam mengawal program-program pembangunan.

Atas dasar tersebutlah maka penting untuk dilakukan kolaborasi. Salah satunya dengan mengajak Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) untuk berkolaborasi bersama-sama membangun daerah Kabupaten Gowa agar lebih baik lagi di masa yang akan datang.

“Kita membutuhkan kolaborasi dari semua pihak, sehingga kita bisa bersama-sama membangun Kabupaten Gowa yang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” katanya pada Pengukuhan Anggota Kehormatan Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin (20/12/2021).

Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa

Apalagi kata Adnan, kolaborasi ini ada dalam nilai-nilai budaya kearifan lokal di Kabupaten Gowa yang memang selama ini jadi pedoman dalam membangun daerah. Salah satunya Assamaturu atau kebersamaan dan gotong royong. Kemudian Accera’ Sitongka-tongka, A’bulo Sibatang atau senasib sepenanggungan (kekeluargaan bersatu mencapai tujuan).

“Kolaborasi dikenal dalam nilai-nilai budaya kita yaitu Assamaturu atau kebersamaan. Masyarakat kita dikenal dengan kebersamaannya. Kalau kita kompak dengan kebersamaan yang ada, maka yang berat pasti akan terasa ringan,” ungkapnya.

Lanjut Adnan, nilai-nilai budaya lainnya yang bisa dijadikan landasan dalam membangun daerah yaitu nilai Siri’ Napacce, yaitu rasa malu atau harga diri dan itu yang perlu dipertahankan agar harkat martabat tetap terjaga.

Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL

Kemudian, Siri’na Tumabuttayya Niaki Ripammarentayya, Pa’rupanna Gauka Niaki RI Tau Jaiyya, Parentai Tauwwa Di Ero’na, yang berarti harga diri masyarakat ada pada pemerintahanya, keberhasilan pembangunan ditentukan oleh partisipasi masyarakat, memimpin masyarakat sesuai harapannya.

Terakhir filosofinya, Manna Ronrong Linoa, Gesara Butta Maraeng, Tau Gowayya Siama’-ama Tonji yaitu untuk membangun Kabupaten Gowa ini pemerintah tidak boleh jalan sendiri-sendiri tanpa didukung seluruh pihak yang ada.

“Apapun perbedaan kita, perbedaan pandangan atau prinsip, kita tetap bersaudara. Kita tetap harus bersama-sama dalam membangun daerah. Inilah nilai-nilai budaya yang harus dipedomani dalam Kabupaten Gowa yang kita cintai bersama,” ungkapnya.

Baca Juga : Aset Perbankan di Sulampua Tumbuh 4,26 Persen, Bukukan Rp572,44 Triliun

Sementara, Ketua Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Selatan, Muh Roem juga berharap KAHMI terlibat dan mengambil peran membantu Pemerintah Kabupaten Gowa untuk memajukan daerah. Terutama mendukung sejumlah program pembangunan pemerintah lima tahun kedepan.

“Saya berharap KAHMI Gowa tidak menunggu lagi ajakan dari bapak bupati bagaimana memajukan Kabupaten Gowa. Tetapi sudah harus ambil bagian apa yang sudah di rencanakan. Manfaatkan peluang yang disampaikan bapak bupati dalam rangka membangun Kabupaten Gowa sehingga lebih cepat dalam pembangunan,” harapnya. (Rhy)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646