0%
logo header
Jumat, 05 Maret 2021 11:22

Bupati Gowa: Menuju Indonesia Emas Perlu Pemimpin Milineal

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, menjadi Narasumber pada pelaksanaan Intermediate Training atau LK-II Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya (Cagora) melalui virtual, Kamis (04/03/2021) kemarin.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, menjadi Narasumber pada pelaksanaan Intermediate Training atau LK-II Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya (Cagora) melalui virtual, Kamis (04/03/2021) kemarin.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyebutkan, ada tiga kunci untuk mencapai terwujudnya Indonesia emas, salah satunya melalui kepemimpinan daerah.

Dimana pemimpin daerah yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman yang ada atau dengan kata lain pemimpin milenial.

“Banyak contoh kepala daerah yang memiliki gaya kepemimpinan milenial walaupun dari segi umur mereka bukan kalangan millenial, Seperti Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo,” katanya saat menjadi narasumber pada pelaksanaan Intermediate Training atau LK-II Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya (Cagora) melalui virtual, Kamis (04/03/2021) kemarin.

Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat

Dalam kesempatan ini Bupati Adnan membawakan materi tentang Kepemimpinan Daerah Sebagai Upaya Mewujudkan Civil Society Indonesia Emas.

Lanjut orang nomor satu di Gowa ini, untuk mewujudkan Indonesia emas, partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan juga dibutuhkan untuk memajukan suatu daerah. Pemerintah membutuhkan dukungan dari masyarakat terutama dalam memberikan kritikan yang disertai dengan saran dan masukan.

“Karena pembangunan tidak akan mungkin dilakukan oleh pemerintah saja tapi harus ada keterlibatan semua pihak salah satunya dalam hal ini masyarakat,” ujar Adnan.

Baca Juga : Pinjaman Daring Masyarakat di Sulampua Naik 41,47 Persen, Bukukan Rp6,60 Triliun

Lebih lanjut, Adnan menyebutkan dalam teori Pentahelix ada lima pilar pembangunan yang harus berkolaborasi, yaitu Pemerintah, akademisi, bisnisman atau swasta, media dan komunitas.

“Community atau komunitas di sini termasuk HMI Cabang Gowa Raya masuk dalam pilar pembangunan. Kita mau HMI bisa mengambil peran dalam pembangunan bangsa ini,” ujarnya.

Olehnya itu, dirinya  berharap melalui LK II Nasional yang diikuti perwakilan Cabang HMI seluruh Indonesia ini bisa bisa membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang akan berkontribusi untuk memajukan bangsa Indonesia.

Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja

“Saya yakin dan percaya kalau LK II ini dilaksanakan untuk calon-calon pemimpin di masa yang akan datang. Apalagi HMI saat ini sudah banyak kadernya yang menjadi pemimpin, baik kepala daerah maupun nasional,” tutupnya. (Rhany)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646