REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU UTARA — Dengan penguatan Puspaga, diharapkan dapat terus menekan angka perkawinan anak. Ini disampaikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas Puspaga (Pusat pembelajaran Keluarga) dan pembuatan sistem rujukan penanganan perkawinan anak di Luwu Utara, Selasa (04/01/2022).
Kegiatan ini adalah hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama dengan Pemprov Sulsel, Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone, Gerakan Berani, Canada, dan Kantor wilayah Unicef untuk Sulawesi dan Maluku.
“Kita ingin meningkatkan penguatan Puspaga, apalagi penguatan melalui anggaran sudah ada. Olehnya jangan menunggu kewajiban itu tapi bagaimana agar penguatan ini benar berdampak dalam menekan angka perkawinan anak, minimal mencegah perkawinan anak itu sendiri. Namun tentunya ini butuh dukungan dari semua pihak, kita tidak bisa sendiri,” kata Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
Indah melanjutkan, sudah saatnya untuk bagaimana mengkonvergensikan masalah tersebut, atau pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama, seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menurunkan angka stunting, yaitu kovergensi stunting, dan itu terbukti berhasil dilakukan.
Harapannya, semua pihak ambil bagian atau pro aktif dalam menekan angka perkawinan anak, itu tadi bisa dengan kovergensi. “Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya dan yang paling penting bagaimana kita kemudian bisa menerapkannya di tempat kita masing-masing,” jelasnya.
“Sekali lagi saya minta, ambil ilmunya lalu pikirkan apa yang bisa dilakukan ditempat masing-masing, bisa jadi ada hal baru yang terbentuk. Mari berinovasi, tidak usah kaku, yang penting kita bermaksud untuk menyelamatkan generasi muda kita,” pungkasnya.
Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL
Sebelumnya, Konsultan Kantor perwakilan Unicef wilayah Sulawesi dan Maluku, Putu Ayu Widhi Lestari, mengatakan Luwu utara dipilih sebagai salah satu lokasi program penguatan atas special request dari Pemprov Sulsel.
“Disamping itu juga, Luwu Utara berhasil menurunkan angka perkawinan anak dari 17% menjadi 12% dalam setahun, di mana untuk daerah lain untuk menurunkan 1% pun masih sulit,” bebernya. (*)
