REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Mas kumis, nama inilah yang cukup dikenal dikalangan masyarakat Soppeng khusus yang penikmat Bakso.
Sungguh berbanding terbalik omsetnya, Mas kumis menuturkan bahwa sebelum adanya virus Corona, jualannya lumayan banyak pelanggannya setiap hari, namun ditengah Pandemi covid-19 hanya berkisar 10 orang setiap hari mulai jam 8 pagi sampai jam 12 siang.
“Dulu lumayan, tiap hari sampai jam 12 siang bisa sampai 50 orang yang makan bakso, tapi sekarang agak sepi,” tuturnya, saat di temui di Warung Tempatnya menjual, Rabu (02/11/2021) kemarin.
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
Haji Purwanto nama aslinya, tinggal di Soppeng sudah 18 tahun dan telah tercatat sebagai warga Soppeng yang menggeluti usaha jualan bakso.
“Awalnya pakai gerobak dorong dan Alhamdulillah saat ini tidakmi lagi,” ucap H.Purwanto alias Mas kumis.
Dirinyapun menceritakan bahwa sempat divonis sebagai pasien covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya selama 15 hari sehingga usaha tertutup selama 1 bulan.
Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL
“Awal adanya virus Corona, usaha kami sempat tutup dan keadaan sekarang sepi,” ungkapnya.
Disampaikan bahwa dalam menghadapi situasi Pandemi covid saat ini harus bersabar saja menjalankan usaha.
“Ya bersabar dan bersabar saja karena mau diapa lagi,” ungkapnya.
Baca Juga : Aset Perbankan di Sulampua Tumbuh 4,26 Persen, Bukukan Rp572,44 Triliun
Dikemukakan pula bahwa menghadapi situasi Pandemi, rasa panik menghantui dikarenakan sebelum Corona mempekerjakan 8 karyawan dan saat ini 6 orang, namun dengan niat baik dan tekun dalam menjalankan usahanya, warung Bakso Mas kumis perlahan bangkit.
“Dengan niat yang baik maka hasil nya dapat berkah,” tutupnya. (Yusuf)
