0%
logo header
Selasa, 18 April 2023 09:35

Danny Pomanto Optimistis Bangun Dunia Baru Lewat Makassar Metaverse

Rizal
Editor : Rizal
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat menjadi narasumber pada program ‘Kamar Rosi’ Kompas TV di Studio Menara Kompas TV, Jakarta, Senin (17/4/2023). (Foto: Istimewa)
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat menjadi narasumber pada program ‘Kamar Rosi’ Kompas TV di Studio Menara Kompas TV, Jakarta, Senin (17/4/2023). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto terus berupaya mewujudkan mimpinya membangun dunia baru lewat Makaverse atau Makassar Metaverse.

Sejak resmi diperkenalkan ke masyarakat pada Maret 2022 lalu, konsep Makaverse atau sebuah duplikasi dunia nyata ke virtual inisiasi Wali Kota Danny Pomanto kian matang.

Progres konsep Makaverse yang sementara diterapkan di Kota Makassar ia sampaikan ketika menjadi narasumber pada program ‘Kamar Rosi’ Kompas TV di Studio Menara Kompas TV, Jakarta, Senin (17/4/2023).

Baca Juga : Makassar Diguyur Hujan dan Angin Kencang, Munafri Minta Warga Utamakan Keselamatan dan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Kepada Rosiana Silalahi selaku pembawa acara ‘Kamar Rosi’, Danny Pomanto mengungkapkan penerapan konsep Makaverse memiliki banyak manfaat baik untuk masa lalu, masa kini, dan juga masa yang akan datang.

Untuk masa lalu, konsep Makaverse dibutuhkan sebagai wujud proteksi terhadap sejarah masa lalu Kota Makassar. Sehingga ke depan tidak mudah untuk diduplikasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Bayangkan kalau sejarah kita dibelok-belokan orang, jadi itu gunanya karena di masa akan datang anak-anak lebih senang berinteraksi dengan metaverse, makanya kita memperkuat masa lalu dengan teknologi metaverse itu,” kata Danny Pomanto.

Baca Juga : JMSI Sulsel Terima Kunjungan Pengurus PSI Sulsel, Perkuat Kolaborasi Media dan Politik

Karena itu, Danny Pomanto mengintruksikan Dinas Perpustakaan dan Dinas Kearsipan untuk berkoordinasi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terkait dengan sejarah Kota Makassar.

Sebab nantinya, ia ingin membuat avatar para pelaku sejarah di Makassar sehingga anak-anak bisa belajar dan mudah berinteraksi dengan pelaku sejarah lewat Virtual Reality (VR).

“Kita ambil dulu dari ANRI, karena kita harus ambil dari sejarah yang resmi tidak boleh ada yang dibelok-belokan di situ. Baru kita buat dalam format virtualnya. Ini sementara jalan,” demikian Danny. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646