REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Pendidikan, bekerja sama CIFOR-ICRAF Indonesia mengembangkan kurikulum muatan lokal (mulok) pangan lokal untuk ketahanan iklim bagi pelajar.
Pengembangan kurikulum mulok pangan lokal inipun diberlakukan bagi siswa-siswi pada jenjang sekolah tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Pengembangan kurikulum tersebut pun dilakukan melalui riset-aksi Land4Lives yang disokong oleh pemerintah Kanada
Pengembangan kurikulum mulok pangan lokal ini pun berhasil diluncurkan oleh Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin. Kurikulum ini akan diterapkan pada siswa Fase C (SD kelas 5 dan 6) dan Fase D (SMP kelas 7, 8, 9) sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri. Materinya mencakup keragaman pangan lokal hingga cara membudidayakan dan mengolahnya. Siswa juga diajarkan tentang konsep perubahan iklim beserta dampaknya pada sistem pangan.
Baca Juga : Solid Bergerak, PSI Sulsel Perkuat Aksi Sosial di Makassar
Research Delivery Team Coordinator CIFOR-ICRAF Indonesia, Arizka Mufida menjelaskan bahwa integrasi pengetahuan tentang pangan lokal ke pendidikan formal adalah salah satu fokus kegiatan Land4Lives. Kurikulum mulok yang juga dikembangkan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT dan Provinsi Sumatera Selatan merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat di tengah perubahan iklim.
Menurut Arizka, perubahan iklim berdampak pada produksi dan akses terhadap pangan, sehingga berpotensi melemahkan ketahanan pangan masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketangguhan terhadap perubahan iklim adalah dengan mendorong pengetahuan dan pemanfaatan pangan lokal.
“Indonesia kaya akan ragam pangan alternatif. Namun, kurangnya pengetahuan tentang sumber-sumber pangan di lingkungan sekitar menjadi penghambat ketahanan pangan,” kata Arizka, dalam keterangannya, Kamis, (24/07/2025).
Baca Juga : Rukita Ekspansi ke Indonesia Timur, Resmikan Hunian Coliving Modern di Makassar
Pengembangan kurikulum terlebih dahulu dilakukan dengan membentuk tim pengembang kurikulum yang beranggotakan perwakilan dari Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan CIFOR-ICRAF Indonesia.
Proses yang berlangsung sejak Februari 2024 telah menghasilkan dokumen kurikulum yang memuat capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) serta perangkat ajar maupun bahan ajar untuk pegangan guru.
Mulok kemudian diuji coba di 31 sekolah di Kabupaten Bone sejak November 2024 dengan hasil yang memuaskan.
Baca Juga : DPC Gerindra Makassar Pilih Berbagi di Momen HUT ke-18, Sasar Warga Miskin Ekstrem
“Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang pangan lokal, dengan beberapa siswa mengaku jadi lebih menghargai pangan lokal di daerah mereka,” terangnya.
Selain itu, mulok pangan lokal telah menginspirasi beberapa sekolah untuk menerapkan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dalam program bekal sekolah, mendorong siswa untuk lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah serta mengurangi kebiasaan membeli jajanan tidak sehat. Ada juga sekolah yang membuat kebun sekolah yang ditanami dengan tanaman pangan.
Selain itu, siswa secara aktif menyampaikan pelajaran yang mereka terima di sekolah kepada orang tua di rumah. Hal ini turut menyebarkan dampak positif, mendorong kesadaran gizi yang lebih baik di lingkungan keluarga.
Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Bibit, Green House dan Kapal Nelayan untuk Warga Bantaeng
Selain itu, Arizka menambahkan, mulok juga satu bentuk ikhtiar untuk melestarikan pangan lokal yang merupakan bagian dari identitas dan budaya, dengan mengintegrasikannya ke dalam pendidikan formal.
“Selama ini, banyak pengetahuan tentang pangan lokal diwariskan dari satu generasi ke generasi lain melalui budaya bertutur, kurang terdokumentasi dengan baik sehingga rawan hilang dan terlupakan,” imbuhnya.
Setelah resmi diluncurkan, mulok Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim memerlukan dukungan kebijakan pemerintah daerah. Misalnya melalui peraturan bupati sebelum dapat dilaksanakan di seluruh SD dan SMP di Kabupaten Bone
