0%
logo header
Rabu, 20 November 2024 19:05

Dispora Kaltim Optimalkan Dana untuk Sosialisasi Olahraga Tradisional di Masyarakat

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Thomas Alva Edison, Kepala Seksi Olahraga Tradisional dan Rekreasi Dispora Kaltim.(Dok.Republiknews.co.id/Nr)
Thomas Alva Edison, Kepala Seksi Olahraga Tradisional dan Rekreasi Dispora Kaltim.(Dok.Republiknews.co.id/Nr)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SAMARINDA — Di tengah pesatnya perkembangan olahraga modern, Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya menjaga keseimbangan dengan memperkenalkan dan melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal. 

Dalam upaya ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim berperan penting dalam mengelola anggaran yang tidak hanya mendukung kegiatan olahraga, tetapi juga memastikan bahwa setiap program yang ada dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Thomas Alva Edison, Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Dispora Kaltim, menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran olahraga di provinsi ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu anggaran tetap dan anggaran yang sifatnya tidak tetap. 

Baca Juga : INDEX Samarinda 2025 Kembali Digelar, Puluhan Brand Ternama Ramaikan Pameran

Dijelaskan, Anggaran tetap adalah dana yang dialokasikan secara rutin setiap tahunnya, sementara anggaran tidak tetap memiliki fleksibilitas yang memungkinkan penyesuaian dengan berbagai kegiatan yang bersifat situasional.

Menurut Thomas, untuk memastikan keberlanjutan program yang sudah berjalan, sangat penting bagi Dispora Kaltim untuk memiliki anggaran yang bersifat fleksibel. 

“Dengan pengelolaan yang cermat, kami bisa mengarahkan dana untuk mendukung kegiatan yang mendesak, seperti sosialisasi olahraga tradisional,” ungkapnya, Rabu (20/11/2024).

Baca Juga : Wali Kota Cup 2025 Bangkitkan Gairah Basket Samarinda, Fokus Ciptakan Talenta Muda

Ia menambahkan bahwa penggunaan anggaran dengan cara yang bijak sangat penting agar setiap dana yang dialokasikan tidak hangus begitu saja. Salah satu program yang sering mendapat anggaran adalah sosialisasi olahraga, yang diselenggarakan untuk memperkenalkan dan mengajarkan pentingnya olahraga kepada masyarakat.

“Program seperti sosialisasi olahraga menjadi kegiatan yang sangat aman dan fleksibel untuk anggaran kami. Bahkan jika ada acara di luar daerah, kami masih bisa memanfaatkan dana tersebut tanpa menyimpang dari tujuan semula,” ujarnya.

Selain itu, Dispora Kaltim juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi olahraga, termasuk Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), yang kini menaungi 94 induk olahraga. 

Baca Juga : Dispora Kaltim Siapkan Pemilihan Duta Olahraga 2024 untuk Dorong Semangat Generasi Muda

Dengan kerja sama ini, Dispora Kaltim berharap bisa terus mengembangkan olahraga, khususnya olahraga tradisional, dan memperkenalkan aktivitas fisik yang bermanfaat bagi masyarakat.

“KORMI telah berkembang pesat, dan kami akan terus berkolaborasi untuk mendukung program-program yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam olahraga, baik di tingkat lokal maupun nasional,” jelasnya.

Melalui pengelolaan anggaran yang baik dan kemitraan yang erat dengan berbagai pihak, Dispora Kaltim berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga tradisional dan rekreasi di provinsi ini, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam berolahraga demi kesehatan dan kebugaran mereka.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646