0%
logo header
Jumat, 28 Februari 2025 15:16

DKP Kukar: Kutai Kartanegara Menjadi Lumbung Perikanan Utama Kalimantan Timur

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kukar, Muslik. [Foto. IST]
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kukar, Muslik. [Foto. IST]

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUKAR — Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat posisinya sebagai penyumbang utama sektor perikanan di Kalimantan Timur. Sebagai daerah dengan potensi perikanan yang besar, Kukar memiliki peran vital dalam memenuhi kebutuhan pangan regional, baik dari hasil tangkapan laut maupun perairan tawar.

Strategi penguatan sektor perikanan ini sejalan dengan program lumbung pangan daerah yang dicanangkan pemerintah, di mana program ketahanan pangan menjadi fokus utama.

Tidak hanya bertumpu pada produksi beras, pengelolaan sumber daya perikanan juga menjadi prioritas untuk memastikan ketahanan pangan yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Baca Juga : DPMD Kukar Perkuat Program RT dan Dorong Kesejahteraan Warga Muara Jawa

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik menyebutkan peran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sangat krusial dalam ekosistem perikanan daerah.

“TPI bukan hanya tempat transaksi jual beli ikan, tetapi juga menjadi pusat ekonomi dan pencatatan produksi ikan di Kukar. Data statistik yang akurat dari TPI sangat penting untuk menentukan distribusi ke depan,” ujar Muslik, Jumat (28/02/2025).

Selain sebagai pusat ekonomi, TPI juga menyediakan informasi harga ikan dan kondisi cuaca yang sangat dibutuhkan oleh nelayan.

Baca Juga : BPD Antarwaktu Hulu Kukar Dilantik, Pengawasan Desa Diperkuat

Agar nelayan mendapatkan prediksi cuaca yang lebih akurat, sehingga mereka bisa merencanakan waktu melaut dengan lebih baik.

‘Kendala berada di cuaca ekstrim sering menjadi kendala bagi nelayan, ketika mereka hendak melaut, tetapi nelayan kita alhamdulillah bisa memaksimalkan itu,” ucapnya.

Seiring berkembangnya teknologi, nelayan di Kukar mulai didorong untuk memanfaatkan sistem pemetaan fishing ground guna menemukan lokasi tangkapan lebih cepat.

Baca Juga : DPMD Kukar Fokus Benahi Regulasi untuk Ciptakan Pilkades 2027 yang Lebih Profesional

Ini bertujuan untuk mengurangi waktu pencarian ikan dan efisiensi penggunaan bahan bakar.

Namun, salah satu tantangan terbesar adalah kendala cuaca banyak nelayan masih harus menghadapi kondisi lapangan yang tidak seimbang, sehingga perlu adanya pengemanan dan kesiapsiagaan sebelum melaut.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan pelatihan agar nelayan bisa beradaptasi dengan teknolagi, dengan cara ini kereka bisa lebih produktif,” bebernya.

Baca Juga : DPMD Kukar Perkuat Tertib Arsip, 152 Berkas Lama Dimusnahkan

Saat ini, Kukar memiliki sekitar 25.000 nelayan, yang akan ditingkatkan secara terus menerus, Peningkatan jumlah nelayan diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi dan distribusi ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan regional.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646