REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUKAR — Di tengah tantangan meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menghadirkan solusi nyata. Dengan berbagai langkah strategis, DP3A Kukar berkomitmen memperkuat perlindungan serta memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah terpencil, guna memastikan setiap perempuan dan anak mendapatkan hak serta perlindungan yang layak.
Salah satu pencapaian penting yang telah dilakukan adalah relokasi kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) ke lokasi yang lebih strategis. Sebelumnya, kantor layanan ini berada di lingkungan BKKBN yang cukup sulit diakses oleh masyarakat, terutama oleh korban yang ingin melapor atau mencari perlindungan.
“Kini, kantor layanan kami berada di pinggir jalan utama, sehingga lebih mudah diakses masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa tidak ada perempuan dan anak korban kekerasan yang kesulitan mendapatkan bantuan,” ujar Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno. Sabtu (15/03/2025).
Baca Juga : DPMD Kukar Perkuat Program RT dan Dorong Kesejahteraan Warga Muara Jawa
Relokasi ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Banyak korban yang sebelumnya ragu atau takut melapor kini lebih percaya diri untuk datang dan mendapatkan bantuan. Hal ini juga membuka peluang bagi DP3A untuk menjalin lebih banyak kolaborasi dengan instansi terkait dalam menangani kasus kekerasan.
DP3A Kukar juga semakin aktif membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial, kepolisian, serta organisasi non-pemerintah yang peduli terhadap isu perlindungan perempuan dan anak. Sinergi ini bertujuan untuk mempercepat proses penanganan kasus dan memastikan korban mendapatkan pendampingan yang komprehensif.
Selain itu, DP3A telah menginisiasi program pelatihan bagi tenaga pendamping, termasuk penyuluhan tentang penanganan kasus kekerasan berbasis gender dan pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM dalam menangani korban kekerasan dengan pendekatan yang lebih profesional dan empatik.
Baca Juga : Desa Dorong Perbaikan Layanan: FKP DPMD Kukar Jadi Ajang Penyampaian Tuntutan dan Harapan Desa
“Kami ingin memberikan pendampingan yang terbaik, terutama bagi anak-anak penyandang disabilitas yang sering mengalami kesulitan dalam mengakses perlindungan. Oleh karena itu, kami terus berupaya menghadirkan tenaga pendamping yang memahami kebutuhan mereka,” tambah Hero.
Untuk mengatasi tantangan geografis, DP3A Kukar telah mengajukan proposal pengadaan kendaraan operasional yang lebih sesuai dengan kondisi wilayah. Hal ini diharapkan dapat mempercepat respons tim dalam menangani kasus di daerah terpencil.
Selain itu, DP3A juga mulai merencanakan pembangunan rumah perlindungan khusus bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Rumah ini nantinya akan menjadi tempat aman sementara bagi korban yang membutuhkan perlindungan mendesak sebelum mendapatkan solusi jangka panjang.
Baca Juga : DPMD Kukar Siap Kolaborasi dengan Desa Tingkatkan Mutu Pendidikan Usai Upacara Hari Guru Nasional
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi korban yang terpaksa kembali ke lingkungan yang tidak aman. Keberadaan rumah perlindungan ini sangat penting untuk memberikan rasa aman dan membantu korban dalam proses pemulihan,” jelas Hero.
Salah satu dampak positif dari upaya DP3A Kukar adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Jika sebelumnya banyak kasus kekerasan tidak terungkap karena korban takut atau tidak tahu harus melapor ke mana, kini masyarakat mulai aktif memberikan informasi dan melaporkan kejadian yang mencurigakan.
Melalui berbagai program sosialisasi, DP3A Kukar berhasil membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang mereka sediakan. Ke depan, diharapkan semakin banyak korban yang mendapatkan perlindungan dan keadilan berkat kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga : DPMD Kukar Pastikan Transparansi dan Kepatuhan Pengelolaan Bantuan Posyandu dari Provinsi Kaltim
“Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita bisa menciptakan Kukar yang lebih aman bagi perempuan dan anak,” tutup Hero.
