REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Hujan yang melanda wilayah Kabupaten Soppeng, beberapa titik air meluap hingga di Pemukiman warga, Senin (06/12/2021).
Seperti yang terjadi di Sungai Cabbue Kelurahan Ompo Kecamatan Lalabata Soppeng, air sungai meluap dan mengakibatkan 2 rumah warga milik Laufe dan Tisman hanyut di sungai.
Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng, Shahrani, menyebut bahwa kejadiannya sekitar pukul 10.00 WITA sehingga rumah warga yang berada di sekitar bibir sungai hanyut terbawa arus.
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
Disamping itu, luapan air terjadi akibat dengan adanya pekerjaan bendungan yang sementara dikerjakan dan penahan air yang berada di tengah sungai Cabbue tidak terbuka.
“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar karena 2 rumah warga hanyut,” ungkap Shahrani.
“Kami tengah melakukan evakuasi warga dan mendata warga yang terdampak dari bencana ini,” ungkapnya lagi.
Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL
Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Soppeng dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang melakukan pemantauan di Sungai Cabbue, Andi Samsu Rijal mengakui bahwa Sungai Cabbue memang sudah menjadi langganan banjir namun tidak sekeras yang terjadi saat ini.
Lanjutnya bahwa, air Sungai sangat deras karena adanya pembangunan bendungan yang belum selesai dikerjakan.
“Airnya meluap kesini karena adanya pembangunan bendungan yang belum selesai, tapi jika selesai dikerja maka air yang mengarah kesini akan menjadi kecil,” sebut Andi Samsu Rijal yang duduk di DPRD Soppeng sebagai Wakil Ketua komisi III.
Baca Juga : Aset Perbankan di Sulampua Tumbuh 4,26 Persen, Bukukan Rp572,44 Triliun
Anggota DPRD Kabupaten Soppeng ini berharap kepada Pemerintah untuk memberikan perhatian kepada warga yang terdampak banjir, terlebih kepada warga yang rumahnya hanyut. (Yusuf)
