0%
logo header
Senin, 11 April 2022 21:39

Dugaan Pungli di Pasar Sentral Bulukumba, Polisi Amankan Dua Oknum?

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Aktivis pedagang pasar setan Bulukumba. (Ist)
Aktivis pedagang pasar setan Bulukumba. (Ist)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Beredar kabar terjadi pungutan liar (Pungli) di pasar sentral kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.

Informasi yang diterima, Kepolisian Resort (Polres) Bulukumba menangkap dua oknum yang pungli. Keduanya berinisial I dan S.

Lebih jauh terkait isu dugaan pungli ini dilakukan terhadap para pedagang bongkar muat yang menjual sayuran di pasar yang beraktivitas malam hari. Masyarakat biasa menyebutnya sebagai pasar setan.

Baca Juga : Bupati Andi Utta Pimpin Harganas ke-32, Tegaskan Keluarga sebagai Pilar Bangsa

Pedagang yang harusnya membayar untuk retribusi (karcis) senilai Rp.2000 dengan dua kali penagihan. Namun, yang terjadi pedagang dikenakan biaya Rp.15 ribu per mobil.

Hal ini ramai dibahas warga di pasar sentral Bulukumba.

“Seharusnya hanya Rp.4000 masuk PAD. Tapi kami disuruh bayar Rp.15 ribu per mobil,” ujar salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, Senin (11/04/2022) malam.

Baca Juga : Bupati Andi Utta Serahkan Dua Ranperda Strategis ke DPRD Bulukumba

Menanggapi hal ini, salah seorang anggota DPRD Bulukumba, Juandy Tandean mengaku sudah lama telah menelusuri hal ini.

“Bulan lalu saya sidak, dan pedagang mengaku membayar Rp.15.000 yang harusnya hanya Rp. 4000 dua kali bayar. Itu yang masuk PAD terus sisa nya kemana?,” ungkap Juandy, Senin (11/04/2022) malam.

Selain itu, pihaknya mengaku akan menindak lanjuti kasus ini dengan melakukan monitoring evaluasi terhadap dinas terkait.

Baca Juga : Wagub Sulsel Launching Gerakan Genting untuk Percepatan Penurunan Stunting di Bulukumba

“Malam ini kita akan panggil dinas terkait (perdagangan) untuk di Monev (Monitoring Evaluasi),” tutup Juandy.

Sementara, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait dugaan Pungli terhadap pedagang di pasar sentral tersebut. Republiknews.co.id masih berusaha mengkonfirmasi pihak kepolisian. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646