REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang memberikan dukungan penuh terhadap upaya dan komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam menghapus kemiskinan ekstrem.
Pasalnya komitmen yang dicanangkan secara nasional ini menjadi target Prabowo sebelum akhir masa jabatannya di 2029 mendatang.
Husniah Talenrang menegaskan, upaya pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara parsial
Melainkan harus dibahas dan dirumuskan bersama dalam forum lintas daerah yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Golkar Luwu Utara Menyusul, Appi Kini Kunci 20 Dukungan DPD II Golkar se-Sulsel
“Forum ini menjadi wadah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara menyeluruh, sekaligus membahas berbagai kebutuhan daerah,” katanya, dalam keterangannya, Selasa, (13/01/2025).
Lanjutnya, mulai dari penanganan kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia.
“Saat ini yang dibahas bukan hanya Gowa, tetapi seluruh 24 kabupaten dan kota. Apa yang menjadi kekurangan di masing-masing daerah didiskusikan bersama, karena wadah ini untuk semua,” ujar Husniah.
Baca Juga : Nasabah PNM Mekaar di Gowa Dibekali Literasi dan Digitalisasi Keuangan
Ia menambahkan, melalui kolaborasi antar daerah, diharapkan dapat ditentukan langkah strategis serta figur-figur yang mampu diandalkan untuk mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan, termasuk pembangunan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
Fokus Pemerintah Kabupaten Gowa terhadap pengentasan kemiskinan ekstrem sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa penghapusan kemiskinan ekstrem merupakan salah satu cita-cita utama pemerintahannya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya untuk mengubah nasib masyarakat yang berada pada kelompok kemiskinan ekstrem, khususnya desil satu dan dua.
Baca Juga : Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
“Cita-cita saya, di akhir masa jabatan saya tahun 2029, mereka yang berada di kemiskinan ekstrem desil satu dan dua dapat kita ubah nasibnya. Kita bisa menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” tegasnya dalam pidato peresmian 166 Sekolah Rakyat melalui virtual.
Ia juga menekankan pentingnya sikap percaya diri sebagai bangsa dalam melihat capaian pembangunan nasional, tanpa kehilangan kerendahan hati.
“Kita harus bangga dengan bukti. Rendah hati boleh, tetapi jangan rendah diri dan jangan inferior,” ujar Prabowo.
Baca Juga : Target Rampung April 2026, Perbaikan Jalan Ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang Terus Dikebut
Sikap optimis dalam penghapusan kemiskinan ekstrem dapat dicapai melalui program Sekolah Rakyat. Dimana, setiap Sekolah Rakyat ditargetkan menampung sekitar 1.000 murid, dengan total sasaran mencapai 500.000 siswa secara nasional hingga 2029.
Program tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi salah satu strategi utama dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia.
