0%
logo header
Rabu, 22 Juni 2022 15:38

Gerakan Sejuta Masker Bupati Gowa Jadi Topik di Buku Catatan Covid-19 Dokter Koboi

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat menghadiri peresmian buku Buku Catatan Covid-19 Dokter Koboi di Kapal Pinisi Makassar, kemarin. (FOTO. Humas Gowa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat menghadiri peresmian buku Buku Catatan Covid-19 Dokter Koboi di Kapal Pinisi Makassar, kemarin. (FOTO. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Program Gerakan Sejuta Masker yang digagas Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menjadi salah satu topik yang dibahas pada Buku Catatan Covid-19 Dokter Koboi yang ditulis dr. Wahyudi Muchsin.

Buku catatan yang diedit jurnalis senior Fachruddin Palapa dan Faisal Syam ini pun resmi dirilis di atas Kapal Phinisi, Makassar dengan dihadiri sejumlah pihak.

Salah satunya Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang juga berkesempatan hadir.

Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat

“Selamat atas launching bukunya Dokter Koboi. Terimakasih juga telah mengapresiasi inovasi Pemkab Gowa dalam penanganan Covid-19 karena masuk dalam buku tersebut. Semoga buku ini bisa menjadi referensi bagi generasi yang akan datang,” kata Adnan, Rabu 22 Juni 2022

Dirinya juga menyampaikan selamat atas penghargaan yang diterima dari Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia (LEPRID). Karena kegiatan launching ini dianggap yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

“Launching buku di gedung sudah biasa, tapi ini launching bukunya di Kapal Phinisi, Makanya dapat piagam penghargaan dari LEPRID, sebab masuk kategori pertama di atas kapal,” ungkapnya.

Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja

Sementara itu, dr Wachyudi Muchsin, mengapresiasi dukungan semua pihak atas terbitnya buku ini. Dirinya berharap buku ini dapat bermanfaat untuk semua orang yang membeli dan membaca buku catatan tersebut.

Diriya menjelaskan, buku setebal 148 halaman ini berisi tentang pengalamannya selama terlibat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di dua tahun terakhir ini.

“Hanya mencoba menulis di media sosial pengalaman selama aktif menangani Covid-19 namun tim editor melihat ada sesuatu yang perlu dituliskan dalam sebuah buku sebagai warisan ilmu kepada siapa saja, maka jadilah buku sederhana ini “ katanya.

Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa

Yudi menambahkan, penerbitan buku ini juga mengandung misi sosial. Semua hasil penjualan buku disumbangkan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Makassar.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646