REPUBLIKNEWS.CO.ID, PINRANG – Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengaku, kolaborasi merupukan hal terpenting dalam mendorong kemajuan suatu bangsa atau daerah. Dalam hal ini juga dibutuhkan peran seluruh pemuda di Sulawesi Selatan untuk memperkuat kolaborasi.
Hal ini disampaikan Adnan saat menjadi Narasumber pada Talkshow Pemuda Berbahaya di Gedung Indoor Kantor Bupati Pinrang, Minggu (31/10/2021) malam kemarin.
“Kita semua harus berkolaborasi, tidak ada lagi namanya individualistik. Orang yang individual di saat sekarang ini akan tertinggal. Tapi orang yang berkolaborasi pasti akan tercepat dalam pembangunannya,” ungkap Adnan.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
Apalagi saat ini kata Adnan, teori pemerintahan sudah berubah. Menurutnya dalam teori Pentahelix ada lima unsur pembangunan yang tidak bisa terpisahkan antara satu dengan lainnya, yaitu Pemerintah, masyarakat, akademisi, swasta dan media.
“Sebelumnya teori pemerintahan hanya tiga, tapi sekarang menjadi lima sesuai dengan teori Pentahelix. Dan siapa yang tidak mengikuti ini pasti akan tertinggal,” ujarnya.
Selain itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini menyebutkan potensi pemuda saat ini sangat besar. Menurut data hasil sensus, jumlah penduduk usia muda Indonesia sangat besar.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
“Dan saat ini kita menuju Indonesia emas 2045, yang diprediksikan Indonesia akan menjadi negara ekonomi terkuat keempat di dunia. Salah satu dari Indonesia Ema adalah bonus demografi, dimana Penduduk usia produktif jauh lebih besar dari yang tidak produktif,” terangnya. (Rhy)
