REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa kembali melakukan inovasi dalam penanganan stunting di wilayahnya, khususnya dalam menurunkan angka prevalensi stunting. Inovasi yang kali ini digagas yakni “Gassing Nganre” atau Gerakan Atasi Stunting dengan Telur dan Sayur Kelor.
“Inovasi Gassing Nganre ini merupakan sebuah inisiatif pemerintah daerah dalam usaha percepatan penurunan stunting. Dimana gerakan ini mengajak masyarakat untuk mengonsumsi telur dan daun kelor setiap hari bagi ibu hamil dan baduta, yang dipelopori oleh partisipasi mandiri masyarakat lokal,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsina saat melakukan pemaparan pada Penilaian Kinerja Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Selatan, di Ballroom Maxone Hotel Makassar, kemarin.
Dirinya menjelaskan, Gassing Nganre difokuskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) mulai dari ibu hamil dan bayi dibawah dua tahun. Hal itu dilakukan untuk mencegah dan menangani prevalensi stunting yang ada di daerah.
Baca Juga : Anggaran Infrastruktur Untuk Seko Luwu Utara Capai Rp68 Miliar, Gubernur Sulsel: Insya Allah 2026
“Jadi kita membentuk Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) dan itu sudah dilaksanakan di 167 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Gowa menggunakan bahan-bahan lokal yang ada di wilayah itu. Kemudian dimasak dan diantarkan kepada keluarga yang berisiko stunting terutama bagi yang tidak mampu,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa Sofyan Daud mengatakan, pemaparan ini merupakan evaluasi program kegiatan yang dilakukan seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Gowa dalam hal penanganan stunting.
“Sebenarnya penekanannya disini adalah ingin mengevaluasi program kegiatan yang dilakukan pada 2022 lalu, khususnya inovasi-inovasi yang dilakukan,” katanya.
Baca Juga : Kerja Nyata Munafri-Aliyah Sepanjang Tahun 2025: 105 Ruas Jalan Diaspal, 116 Drainase Dibangun
Sekretaris Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Gowa ini menyebutkan, dengan adanya intervensi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa melalui inovasi “Gassing Nganre” dan turun langsung ke lapangan ini tentunya terjadi perubahan yang cukup baik. Terutama yang terkait lingkar lengan dan tinggi badan pada anak.
“Dengan upaya ini sebenarnya sudah ada perubahan, dua bulan pertama kita sudah intervensi itu dan Alhamdulillah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Mulai lingkar lengan, kemudian yang berat badannya kurang itu sudah mulai naik, tinggi badannya atau panjang badannya juga bertambah itu yang cukup menggembirakan. Kita berkesimpulan dari data-data itu bahwa kalau memang di intervensi melalui makanan yang berprotein tinggi itu menunjukkan hasil yang menggembirakan,” tambahnya.
Olehnya ia berharap, melalui penilaian ini semakin mempertegas pentingnya kolaborasi seluruh pihak khususnya SKPD terkait, dan kalangan lainnya.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Dalam penurunan stunting ini tidak bisa jalan sendiri harus betul-betul, kolaborasi, koordinasi dan terintegrasi sehingga semua mitra SKPD yang terkait, tokoh-tokoh kalangan swasta, perguruan tinggi, dan media juga ikut berperan dalam percepatan penurunan stunting sesuai dengan perannya masing-masing,” harapnya.
