REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 2 tahun 2018 tentang Pajak Daerah di Hotel Travelers Phinisi, Jumat (22/10/2021).
Leo, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa keberadaan Laskar Peduli Pajak dinilai ampuh mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga, ia meminta tim ini untuk diaktifkan kembali.
“Saya melihat perbandingan antara adanya tim laskar peduli pajak dan tidak ada. Bedanya itu, jauh sekali. Nah, ini tim memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan,” ujar Leo.
Baca Juga : Anggaran Infrastruktur Untuk Seko Luwu Utara Capai Rp68 Miliar, Gubernur Sulsel: Insya Allah 2026
Politisi PAN Makassar ini menjelaskan, pajak daerah yang dipungut dari masyarakat atau wajib pajak berfungsi sebagai salah satu sumber pembangunan. Harapannya, kegiatan sosialisasi memberikan kesadaran terkait membayar pajak.
“Jadi, sosialisasi kita ini kedepan warga bisa taat bayar pajak. Ditambah, mereka tahu bahwa pajak yang disetor digunakan untuk apa,” ungkapnya.
Selain itu, anggota Komisi B DPRD Kota Makassar ini juga menilai bahwa warga masih belum paham perbedaan retribusi dan pajak daerah. Terkadang, mereka masih menyamakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini.
Baca Juga : Kerja Nyata Munafri-Aliyah Sepanjang Tahun 2025: 105 Ruas Jalan Diaspal, 116 Drainase Dibangun
“Jadi, pajak itu sifatnya tergantung waktunya ada tahunan ada juga bulanan. Kalau retribusi bisa setiap saat. Jika kita tidak bayar pajak maka akan diberi sanksi sesuai Perda tentang Pajak Daerah,” tegasnya.
Untuk itu, Leo menambahkan bahwa untuk meminimalisir tingkat kebocoran pendapatan perlu ketegasan pemerintah dalam hal ini Bapenda sebagai koordinator pendapatan. Termasuk pengawasan yang masif ke usaha wajib pajak.
“Ketegasannya disini terkait penerapan online system dengan tetap memaksimalkan peran Laskar Peduli Pajak atau apapun namanya. Intinya menjadi pengawas lapangan pada setiap obyek PAD,” demikian Leo. (*)
