0%
logo header
Senin, 17 November 2025 23:35

Indosat Gandeng OJK Sulselbar, BI Sulsel dan LPS Lindungi Nasabah dari Penipuan Digital

Chaerani
Editor : Chaerani
Indosat Circle Kalisumapa bersama OJK Sulselbar, BI Sulsel hingga LPS membangun kolaborasi dalam mendukung pelindungan konsumen layanan jasa keuangan dari penipuan digital. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Indosat Circle Kalisumapa bersama OJK Sulselbar, BI Sulsel hingga LPS membangun kolaborasi dalam mendukung pelindungan konsumen layanan jasa keuangan dari penipuan digital. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Keseriusan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) dalam melindungi masyarakat dari penipuan digital yakni spam dan scam kini menyasar para nasabah atau konsumen pada layanan jasa keuangan.

Upaya ini dilakukan dengan melihat bahwa tindakan spam dan scam semakin marak terjadi bukan hanya merambah pada pengguna layanan telekomunikasi, tetapi juga nasabah di sektor jasa keuangan. Sehingga sebagai bentuk komitmen Indosat Circle Kaliman Sulawesi Maluku dan Papua (Kalisumapa) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Bank Indonesia Sulawesi Selatan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk bersama-sama mendorong upaya pelindungan terhadap pencegahan spam dan scam bagi konsumen.

EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia menegaskan pentingnya peran penyedia layanan telekomunikasi dalam mengambil langkah preventif sejak dini.

Baca Juga : Solid Bergerak, PSI Sulsel Perkuat Aksi Sosial di Makassar

“Indosat terus membangun sistem keamanan yang makin canggih dan adaptif terhadap pola kejahatan digital. Sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal bagi para pengguna layanan telekomunikasinya,” terangnya, di sela-sela Kolaborasi Strategis Indosat dan Perbankan “Memaksimalkan Konektivitas, Layanan dan Perlindungan Digital untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan UMKM”, di Cafe Verda Makassar, Senin, (17/11/2025).

Indosat berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dari kolaborasi berkelanjutan antara industri telekomunikasi, perbankan, dan regulator, sehingga upaya perlindungan pelanggan dapat berjalan lebih efektif dan komprehensif.

Lanjutnya, hingga saat ini Indosat secara aktif melakukan edukasi dan sosialisasi anti spam dan scam, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor. Salah satunya pada pertemuan kali ini dengan melibatkan unsur OJK, Bank Indonesia, LPS dan perbankan.

Baca Juga : Rukita Ekspansi ke Indonesia Timur, Resmikan Hunian Coliving Modern di Makassar

“Melalui inisiatif ini, Indosat mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital yang semakin kompleks,” tegas Swandi.

Sementara, VP-Head of Marketing Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Tepi Aditia mengatakan, pelaksanaan sosialisasi bersama mitra perbankan ini bertujuan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam upaya pencegahan spam dan scam yang semakin marak terjadi pada layanan telekomunikasi dan keuangan.

“Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Indosat dalam menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan, sekaligus mendukung ekosistem digital yang lebih terlindungi,” katanya.

Baca Juga : DPC Gerindra Makassar Pilih Berbagi di Momen HUT ke-18, Sasar Warga Miskin Ekstrem

Berdasarkan laporan Global Anti Scam Aliance (GASA), kejahatan digital semakin masif terjadi. Mulai dalam bentuk penipuan investasi hingga belanja online palsu, yang merugikan secara finansial juga berdampak pada kesejahteraan mental korban. Selain itu, berdasarkan studi terhadap 1.000 orang dewasa di Indonesia, 66 persen dari mereka mengaku pernah menghadapi penipuan.

“Dari aksi penipuan ini sekitar Rp49 triliun total perkiraan uang yang hilang dari masyarakat Indonesia dalam setahun terakhir,” ujarnya.

Tepi menjelaskan, didukung teknologi AIvolusi5G, yang menggabungkan antara kecanggihan teknologi AI dan kekuatan jaringan 5G, Indosat menghadirkan layanan anti spam dan anti scam untuk menghadirkan layanan digital yang aman dan inklusif. Bekerja secara otomatis di tingkat jaringan, sistem ini mampu mendeteksi panggilan dan pesan mencurigakan tanpa memerlukan aplikasi tambahan atau perangkat khusus.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Bibit, Green House dan Kapal Nelayan untuk Warga Bantaeng

Sejak diluncurkan pada 7 Agustus 2025, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko.

“Dari sini berhasil memberikan peringatan pada lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, dan melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan dari potensi penipuan digital,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulselbar, Arif Machfoed mengatakan, di sektor jasa keuangan melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC) atau Pusat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan menyebutkan terdapat 10 model penipuan terbanyak (Top 10 Modus Scam) di sektor keuangan .

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Bibit, Green House dan Kapal Nelayan untuk Warga Bantaeng

“Ada penipuan transaksi belanja, penipuan investasi, phising, penipuan mendapatkan hadiah, pinjaman online fiktif dan beberapa lainnya,” ungkapnya.

Sementara, sejak November 2024 hingga 31 Oktober 2025, IASC telah menerima 323.841 laporan yang terdiri dari 183.732 laporan disampaikan oleh korban melalui bank dan penyedia sistem pembayaran yang kemudian dimasukkan ke dalam sistem IASC, sedangkan 140.109 laporan langsung dilaporkan oleh korban ke dalam sistem IASC.

Jumlah rekening yang dilaporkan sebanyak 530.794, sedangkan jumlah rekening yang sudah diblokir sebanyak 100.565. Sejauh ini, total kerugian dana yang telah dilaporkan sebesar Rp7,5 triliun dan total dana korban yang sudah diblokir sebesar Rp383,6 miliar.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Bibit, Green House dan Kapal Nelayan untuk Warga Bantaeng

“Kami berterima kasih dan mengapresiasi langkah yang dilakukan Indosat hari ini dalam mendorong pelindungan masyarakat, khususnya pada penipuan digital di sektor jasa keuangan, katanyanya.

Sekadar diketahui, melalui IM3, perlindungan ini tersedia fitur SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam). Sementara itu, untuk pelanggan Tri, fitur serupa yakni TRI AI: AntiSpam/Scam. SATSPAM IM3, terdiri dari dua jenis yakni, SATSPAM BASIC, yang otomatis aktif untuk semua pengguna prabayar IM3 dengan paket data aktif, dan SATSPAM+, yang menawarkan perlindungan lebih canggih dengan kemampuan mendeteksi tautan berbahaya. Fitur ini dapat dinikmati pelanggan IM3 di aplikasi myim3.

Sedangkan TRI AI: AntiSpam/Scam hadir melalui deteksi visual tiga kode warna: toska untuk Nomor Aman, kuning untuk Nomor Tidak Dikenal, dan merah untuk Nomor Berisiko. Selain itu, pelanggan IM3 dan Tri juga dapat mengakses fitur perlindungan Plus+ melalui aplikasi myIM3 dan bima+.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Bibit, Green House dan Kapal Nelayan untuk Warga Bantaeng

Fitur Plus+ ini aktif otomatis bagi pelanggan dengan paket data aktif, memberikan peringatan melalui notifikasi telepon dan SMS untuk nomor yang ditandai sebagai mencurigakan atau berpotensi merugikan. Fitur ini juga menyajikan peringatan SMS yang lebih jelas, pop-up notifikasi dengan kode warna, dan ringkasan panggilan yang dapat diakses melalui aplikasi tersebut. Fitur Tri AI : Anti Spam/Scam dapat dinikmati pelanggan di BIMA+.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646