REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Melalui gerakan bersih-bersih sampah di Pulau Lae-Lae, Makassar menjadi salah satu bentuk konsisten Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dalam mewujudkan ekonomi hijau melalui pelestarian lingkungan. Hal ini pun dipotret langsung warga Pulau Lae-Lae.
“Iya saya tahu kegiatan itu, seluruh warga disini di ajak untuk terlibat waktu itu. Ini tentunya sebuah gerakan positif untuk menjaga bumi di tengah kondisi perubahan iklim saat ini,” terang Indah, warga Pulau Lae-Lae, dikonfirmasi, Kamis, (03/10/2024).
Indah pun berharap, selain perusahaan Indosat, perusahaan-perusahaan lainnya juga sebaiknya dapat terlibat dalam gerakan hijau seperti ini. Sebab, pelestarian lingkungan menjadi hal penting untuk keberlanjutan generasi kedepannya.
“Ya, sebaiknya selain aksi-aksi bersih pulau ada gerakan pelestarian lingkungan lain yang bisa dilakukan. Termasuk agar menjadi program tiga bulanan bagi perusahaan,” ujarnya.
Menurutnya, hal lainnya yang juga butuh keterlibatan pihak swasta adalah bagaimana mereka dapat menyiapkan alat pengelola sampah bagi masyarakat di pulau. Sebab akses ke bank sampah maupun ke tempat pembuangan akhir (TPA) sangat sulit dijangaku.
Bentuk komitmen Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi dalam menjaga pelestarian lingkungan secara keberlanjutan juga dilakukan dengan mengagas Program Sampah Jadi Pulsa. Program ini pun dinilai memungkinkan masyarakat berkontribusi aktif dalam pengurangan sampah dengan mengumpulkan dan menyetor botol plastik melalui Reverse Vending Machine (RVM) di berbagai kota di Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bagaimana sampah plastik dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai, sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini merupakan bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pembangunan jangka panjang Indonesia dan juga wujud nyata tujuan besar Indosat dalam memberdayakan Indonesia,” terang SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Serang, dalam keterangannya, terpisah.
Sejak diluncurkan, program ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 23.000 botol plastik atau setara dengan 437 Kilogram (Kg) plastik dan mengonversinya menjadi pulsa digital senilai Rp14 juta. Dimana dalam gerakan penghijauan ini telah melibatkan partisipasi dari 1.032 pengguna.
