REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Instalasi Pengolahan Air (IPA) Borongloe, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, untuk Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Bontomarannu dengan kapasitas 100 liter per detik siap memberikan subsidi air bersih bagi masyarakat yang ada di wilayah jangkauannya.
Direktur Utama PDAM Tirta Jeneberang Hasanuddin Kamal mengatakan, pembangunan IPA Borongloe ini telah dilakukan sejak 2020. Anggaran pembangunannya pun tidak menggunakan APBD maupun APBN, melainkan menggunakan dana mandiri sebesar Rp 2 miliar dan dana pinjaman sebesar Rp 13 miliar.
“Total anggaran yang kita gunakan sebesar Rp 15 miliar, yang mana anggarannya menggunakan dana mandiri dan pinjaman melalui perbankan dengan bekerjasama Bank Sulselbar,” katanya di sela-sela peresmian, Selasa (09/03/2021).
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat
Dengan kapasitas 100 liter per detik yang dihasilkan dari IPA Borongloe, IKK Bontomarannu ini mampu melayani kebutuhan air bersih sekitar 8.000 sambungan rumah (SR). Bahkan dapat memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang ada di wilayah cakupan IPA Mamminasata.
“Ini juga bisa memenuhi kebutuhan air bersih sebelum IPA Mamminasata dibangun,” ungkapnya.
Sementara untuk wilayah cakupan dari IPA Borongloe tersebut ada beberapa kelurahan di Kecamatan Somba Opu. Diantaranya Kelurahan Samata, Kelurahan Porongloe dan masyarakat yang berada di wilayah Perumahan Royal Spring.
Baca Juga : Pinjaman Daring Masyarakat di Sulampua Naik 41,47 Persen, Bukukan Rp6,60 Triliun
Hasanuddin mengatakan, pembangunan IPA Borongloe yang tidak menggunakan anggaran daerah tersebut merupakan inovasi yang dilakukan PDAM Tirta Jeneberang berdasarkan instruksi Bupati Gowa. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat dalam menyiapkan air bersih, apalagi ditengah pandemi Covid-19 yang mulai terjadi pada 2020 lalu.
“Ditengah pandemi ini kebutuhan akan air bersih cukup meningkat karena adanya kebiasaan mencuci tangan. Makanya dengan adanya IPA Borongloe ini bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat kita,” katanya.
Sementara, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Kabupaten Gowa merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang saat ini dilirik banyak investor. Pasalnya daerah berjuluk Butta Bersejarah ini merupakan daerah penyangga Ibukota Provinsi Sulsel yakni Kota Makassar.
Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja
“Jarak antara wilayah Kabupaten Gowa menuju Kota Makassar dan sebaliknya cukup terjangkau. Kondisi ini mendorong pembangunan pada sektor properti atau perumahan, sehingga pengusaha developer cukup tertarik mengembangkan bisnisnya,” tegasnya.
Sementara, pada umumnya pengembangan properti yang akan melakukan pembangunan perumahan di suatu wilayah mempertimbangkan ketersediaan air bersih pada daerah pengembangannya.
“Salah satu yang menjadi pertimbangan para pengembang untuk bisa berinvestasi di Kabupaten Gowa adalah ketersediaan air PDAM. Sehingga kehadiran IPA berkapasitas 100 liter perdetik ini bisa mendorong para investor untuk berinvestasi, hasilnya akan mampu menggenjot kembali investasi yang ada dan mampu mengakselerasi perekonomian terutama di masa Pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.
Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea
Ia juga menyampaikan apresiasinya karena pembangunan IPA Borongloe ini tidak memanfaatkan dana APBD maupun APBN.
“Ini merupakan inovasi yang dilakukan pihak PDAM Kabupaten Gowa, makanya patut untuk kita apresiasi,” ujarnya. (Rhany)
