0%
logo header
Selasa, 18 Maret 2025 00:53

Jaga Kekhusyukan Ibadah Ramadan, Wali Kota Makassar Imbau Warga Tak Bermain Petasan

Rizal
Editor : Rizal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melaksanakan salat Isya dan salat tarawih berjamaah di Masjid Al-Haq, Panakkukang, Makassar, Senin (17/3/2025). (Foto: Istimewa)
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melaksanakan salat Isya dan salat tarawih berjamaah di Masjid Al-Haq, Panakkukang, Makassar, Senin (17/3/2025). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melaksanakan salat Isya dan salat tarawih berjamaah di Masjid Al-Haq, Kompleks CV Dewi, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (17/3/2025).

Pada momen ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolrestabes Makassar dan Dandim 1408/BS Makassar.

Pada kesempatan tersebut, Munafri menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban selama bulan suci Ramadan, khususnya terkait larangan bermain petasan.

Baca Juga : Anggaran Infrastruktur Untuk Seko Luwu Utara Capai Rp68 Miliar, Gubernur Sulsel: Insya Allah 2026

Bulan suci Ramadan, kata dia, menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal ibadah.

Namun, kebiasaan bermain petasan yang kerap terjadi di masyarakat justru dapat mengganggu ketenangan beribadah, terutama di malam-malam terakhir Ramadan.

Munafri, menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan selama bulan suci ini. Dia secara khusus meminta aparat kepolisian untuk menertibkan aktivitas bermain petasan yang dapat mengganggu konsentrasi ibadah.

Baca Juga : Kerja Nyata Munafri-Aliyah Sepanjang Tahun 2025: 105 Ruas Jalan Diaspal, 116 Drainase Dibangun

“Mohon kepada Pak Kapolres, yang namanya main petasan tolong ditertibkan. Selain sangat mengganggu, juga bisa berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Munafri.

Dia mengingatkan bahwa hari-hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat dimuliakan. Banyak umat Islam yang fokus menyelesaikan bacaan Al-Qur’an dan meningkatkan ibadahnya.

Gangguan suara petasan dapat mengurangi kekhusyukan mereka yang berusaha menggapai malam Lailatul Qadar.

Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik

“Ini mengganggu orang, apalagi di hari-hari terakhir di mana orang-orang konsentrasi di 10 hari terakhir Ramadan. Bisa sangat mengganggu orang yang fokus menyelesaikan bacaan Al-Qur’annya,” tambahnya.

Selain petasan, Munafri juga menyoroti fenomena sahur on the road yang kerap dilakukan oleh anak muda. Dia meminta kegiatan ini dikendalikan agar tidak menimbulkan euforia berlebihan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Fenomena akhir Ramadan kadang anak muda keluar sahur on the road. Ini juga kalau bisa ditertibkan karena euforia berlebihan bisa berakibat fatal bagi anak-anak kita,” katanya.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

Munafri pum mengajak seluruh jajaran pemerintah, baik camat maupun lurah, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan lingkungan selama Ramadan semi menciptakan kota yang aman.

“Teman-teman Tripika, camat, lurah, terus jaga ketertiban lingkungan dan keharmonisan dalam bermasyarakat. Di bulan suci ini, kita tidak ingin ada persoalan yang bisa mengganggu nilai ibadah,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan nyaman, Munafri juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kota. Menurutnya, kondisi lingkungan yang bersih mencerminkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap sekitarnya.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“ini harus jadi komitmen kita untuk sama-sama menjaga lingkungan karena lingkungan ini cerminan dari apa yang kita lakukan. Kalau banyak sampah, kotoran, itu berarti kita kurang peduli. Itu tanggung jawab yang harus kita selesaikan dengan baik,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646