REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pada periode 2026, Kabupaten Gowa mencatatkan jamaah calon haji (JCH) mengalami peningkatan signifikan. Dimana, pada periode sebelumnya hanya memberangkatkan sekitar 500 hingga 600 jamaah setiap tahun, maka di tahun ini mencapai 1.419 JCH.
“Ini merupakan anugerah dan perhatian dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten. Semoga kuota ini dapat terus kita pertahankan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” ujar Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat membuka Bimbingan Manasik JCH Terintegrasi Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 1447 H / 2026 M, di Masjid Agung Syekh Yusuf, kemarin.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gowa terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah calon haji. Termasuk, penyediaan fasilitas transportasi bus pemberangkatan untuk mendukung ketertiban pemberangkatan dan penjemputan jamaah.
Baca Juga : Gobel dan Syahar Bertemu, Jajaki Kolaborasi Gorontalo dan Sidrap di Bidang Pertanian
“Perhatian pemerintah kepada jamaah terus kita lakukan. Semoga sinergi dan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan Kementerian Haji dan Umrah mamupun Kemenag Gowa dapat terus terjalin dengan baik,” jelasnya.
Ia pun berpesan agar seluruh jamaah mengikuti arahan dan bimbingan para pendamping haji yang telah terlatih dan profesional. Sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik dan lancar.
“Luruskan niat dalam melaksanakan ibadah haji. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, Insya Allah ibadah akan terasa lebih mudah dan mendapatkan haji yang mabrur. Selain itu, jaga kekompakan antarjamaah serta kesehatan, karena ibadah haji memiliki rangkaian yang panjang dan cukup berat,” pesannya.
Baca Juga : Munafri Arifuddin Tegaskan Soliditas Golkar Lebih Penting dari Kepentingan Pribadi
Sementara, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri menjelaskan bahwa dari total 1.419 jamaah calon haji, bimbingan manasik akan dilaksanakan sebanyak lima kali, terdiri dari satu kali di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan.
“Untuk tingkat kecamatan, jadwal masih disesuaikan dengan kondisi jamaah. Kami membagi wilayah menjadi lima zona untuk memudahkan pendampingan dan penyampaian materi oleh pembimbing haji yang telah memiliki sertifikasi profesional,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemberangkatan jamaah calon haji dijadwalkan dimulai pada pertengahan April 2026 untuk kloter pertama.
Baca Juga : Usung Konsep Premium Shop, Sentral Yamaha Makassar Kini Punya Wajah Baru yang Lebih Mewah
“Untuk kloter jamaah asal Kabupaten Gowa masih dalam tahap penyusunan dan diperkirakan akan berangkat mulai kloter kelima ke atas,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Ismail, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gowa atas hibah lahan untuk pembangunan kantor layanan haji dan umrah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Gowa atas hibah lahan ini. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi daerah di bawah kepemimpinan yang mengedepankan nilai hati damai,” ucapnya.
Baca Juga : Kalla Toyota Catat Penjualan Kendaraan Tembus 1.670 Unit
Iqbal Ismail juga menjelaskan adanya perubahan kebijakan pembagian kuota haji dari pemerintah pusat, dimana kini didasarkan pada sistem waiting list yakni jamaah yang lebih dahulu mendaftar akan lebih dahulu diberangkatkan, dengan masa tunggu mencapai sekitar 26 tahun.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa biaya penyelenggaraan ibadah haji 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Haji periode 2025 itu harganya Rp91 juta, sedangkan di tahun ini turun menjadi Rp89 juta,” ungkapnya.
