0%
logo header
Senin, 20 Juni 2022 21:30

Kampanye Sadar Wisata di Desa Liya Togo Wakatobi, Kemenpareakraf RI Tekankan Tiga Hal Penting Ini

Kampanye Sadar Wisata di Desa Liya Togo Wakatobi, Kemenpareakraf RI Tekankan Tiga Hal Penting Ini

REPUBLIKNEWS.CO.ID, WAKATOBI — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispareakraf) RI, menggelar kampanye sadar wisata di Desa Liya Togo, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Wakatobi, Sulawesi tenggara (Sultra), Sabtu (18/06/2022) kemarin.

Sosialisasi tersebut upaya dari Kemenparekraf untuk meningkatkan pemahaman pelaku pariwisata untuk pengembangan pariwisata di wilayah Pedesaan Indonesia. Agar setiap pelaku pariwisata di desa memahami pilar-pilar pengembangan pariwisata yakni Sapta Pesona, Pelayanan Prima dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability).

Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata, Kemenparekraf RI lewat Analis Kebijakan Ahli Madya, Ritno Taufik Simbolon mengungkapkan, masyarakat selaku penggerak penting sektor pariwisata, dituntut harus mandiri di dalam menjalankan antraksi-antraksi pariwisata yang unik di desanya.

Baca Juga : Srikandi Tangguh PLN Lalui Segala Tantangan Wujudkan Listrik Berkeadilan di Sulselrabar

Desa Liya Togo sendiri telah masuk sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata terbaik di Indonesia tahun 2021 lalu. Ritno berpesan agar dalam mempromosikan produk-produk ekonomi kreatif (ekraf) kepada pengunjung, warga desa tetap mengedepankan prinsip Sapta Pesona, Pelayanan Prima dan CHSE tadi.

“Sosialisasi yang dilakukan di sini bertujuan agar masyarakat sebagai penggerak pariwisata, benar-benar menjadi mandiri dalam melaksanakan atraksi pariwisata yang unik serta mempromosikan berbagai produk ekonomi kreatif kepada wisatawan yang berkunjung dengan berlandaskan prinsip Sapta Pesona, Pelayanan Prima dan CHSE,” terang Rinto.

Ia menegaskan, konsep desa wisata berperan penting dalam menarik minat kunjungan wisatawan. Sebab saat ini, perubahan perilaku para wisatawan sudah lebih menyukai destinasi wisata yang tidak terlalu ramai serta lebih memilih aktivitas diruang terbuka.

Baca Juga : Safari Ramadan di Pulau Tomia, Bupati Haliana Serahkan Bantuan Pembangunan Masjid Ratusan Juta

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispareakraf) Wakatobi, Nadar menegaskan, partisipasi masyarakat Desa Liya Togo dalam mengembangkan desa wisatanya sangat tinggi. Namun pengembangan destinasi dan promosi jika tidak dibarengi dengan pengembangan kapasitas SDM para pelaku pariwisata, tentunya tidak akan lengkap.

“Karena kami ingin wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke sini (Wakatobi) terkesan sehingga ingin datang kembali di waktu berikutnya,” tandasnya.

Sosialisasi sadar wisata di Desa Liya Togo di diikuti para penggerak pariwisata desa yang meliputi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), perangkat desa, warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, Kader PKK dan Karang Taruna.

Baca Juga : Gandeng Baznas, Bupati Haliana Serahkan Bantu Beras Kepada Lansia di Pulau Tomia

Untuk tahap pertama sosialisasi di Wakatobi dilakukan di 4 Desa yakni Desa Liya Togo (Pulau Wangi-Wangi), Desa Pajam dan Desa Tanomeha (Pulau Kaledupa) dan Desa Kulati (Pulau Tomia).

Perlu diketahui, kampanye sadar wisata akan berlanjut hingga ke enam Destinasi Prioritas Pariwisata (DPP) Indonesia lainnya hingga tahun 2023 mendatang diataranya Lombok (Nusa Tenggara Barat), Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur-Yogyakarta-Prambanan (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Labuan Bajo/Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara Timur).

Program yang mendapat dukungan dari Bank Dunia ini dimulai sejak pertengahan Maret 2022 lalu, dan akan berlangsung hingga 2023 mendatang yang akan menyasar 65 Desa Wisata di tahun 2022, 90 Desa Wisata di tahun 2023.

Baca Juga : Loka POM Kota Baubau Awasi Makanan Kemasan di Wakatobi

Untuk kampanye sadar wisata sendiri, terdiri dari tahapan sosialisasi, pelatihan, penyusunan program pengembangan Desa Wisata, pendampingan, penilaian dan apresiasi ini.

Penulis : Gayus Irwadi
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646