REPUBLIKNEWS.CO.ID, PINRANG – Calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 1, Azhar Arsyad berkesempatan bersilaturahmi di Addatuang Sawitto di Istana Kerajaan Sawitto di Kompleks Saoraja, Pinrang, Kamis (3/10/2024).
Sebelum masuk ke Istana Kerajaan Sawitto, Azhar yang tiba bersama rombongan usai menghadiri acara pelantikan pengurus Ikatan Alumni DDI (IADI), disambut tari Paduppa.
Ketua Rumpun Kedatuan, Andi Pallawagau Karrang yang mendampingi Azhar menyampaikan kedatangannya adalah silaturahmi dengan Kedatuan Sawitto bersama rumpun keluarga.
Baca Juga : Solid Bergerak, PSI Sulsel Perkuat Aksi Sosial di Makassar
“Saya sekaligus ketua tim Danny-Azhar atau DIA hadir di Saoraja ini menyampaikan ini adalah satu-satunya calon (wakil gubernur) yang diterima. Tapi kami datang tidak pakai atribut partai karena semata-mata ingin diskusi dan silaturahmi dengan kedatuan,” ucap Andi Pallawagau.
Disaksikan oleh Datu Sawitto ke XXVI yang diwakili Andi Sinrang, dan rumpun keluarga Kedatuan Sawiitto.
“Saya ingin memperkenalkan Pak Azhar ini satu-satunya putra daerah Pinrang yang paling layak dan wajib di perjuangkan di Pinrang akan datang,” ucap ketua Fraksi PKB di DPRD Pinrang ini.
Baca Juga : Rukita Ekspansi ke Indonesia Timur, Resmikan Hunian Coliving Modern di Makassar
“Kedatangan ini, untuk mendapatkan doa hingga dukungan karena perwakilan yanh akan memberikan perubahan lebih baik,” tambahnya.
Azhar lalu diberikan pin kedatuan hingga pusaka Keris Lamba 5 oleh Datu Sawitto sebagai simbol sebagai pejuang putra daerah Pinrang. Perwakilan Datu yang memberikan sambutan menyampaikan bersyukur dapat menerima Azhar Arsyad.
“Ini kejadian langka. Putra Paleteang (Pinrang) ini adalah orang penting perlu didukung dan itu tidak salah,” kata dia dihadapan rumpun keluarga.
Baca Juga : DPC Gerindra Makassar Pilih Berbagi di Momen HUT ke-18, Sasar Warga Miskin Ekstrem
Setelah menerima pin, Azhar sudah dianggap sebagain bagian keluarga Addatuang Sawitto dan diberi gelar Puang.
“Sudah menjadi bagian keluarga, sehingga Azhar berhak diberi gelar Puang Azhar,” ucap jubir dari rumpun keluarga Datu Sawitto.
Azhar tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena istana ini tidak sembarangan untuk disemati pin dan menjadi bagian Addatuang Sawitto.
Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Bibit, Green House dan Kapal Nelayan untuk Warga Bantaeng
“Ucapan kebahagiaan sekaligus merasa terhormat bisa diterima di kedatuan ini untuk silaturahmi. Saya orang biasa, dan seperti bemimpi masuk kedatuan bersilaturahmi,” kata Azhar.
Azhar menambahkan dirinya bersama Danny Pomanto berkomitmen mengawal salahsatu kerajaan Datu Sawitto.
“DIA sangat mendukung kegiatan ritual tradisional. Tujuannya agar kebudayaan khusus di kedatuan Sawitto tetap berjalan,” tutupnya. (*)
