REPUBLIKNEWS.CO.ID.SOPPENG — Rincian data pertanggal 20 Agustus 2019, sebanyak 2.853 Hektar tanaman padi di Kabupaten Soppeng mengalami fuso, sedangkan tanaman jagung sebanyak 40,50 Hektar.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, Ir. Fajar. MM, saat dikonfirmasi di Ruang kerjanya, Selasa (20/08/2019).
“Ini data terakhir dan tidak menutup kemungkinan bertambah jika musim kemarau terus berlanjut,” kata Ir.Fajar.
Baca Juga : Bupati Gowa Ajak Masyarakat Peringati Isra Mi’raj untuk Perdalam Keimanan
“Sementara hanya dilakukan pompanisasi bagi petani yang membutuhkan air,” tambahnya.
Berikut Data Tanaman Padi dan Tanaman Jagung.
Untuk Padi, luas tanaman/Hektar mencapai 1.754.074 Hektar, yang mengalami kerusakan berat sebanyak 1.564 Hektar, rusak sedang 1.878 Hektar, rusak ringan 2.618 Hektar dan terkena Fuso sebanyak 2.853 Hektar, sementara yang terancam jika tidak ada air mencapai 4.255 Hektar.
Baca Juga : 16 Pelanggan Setia IM3 di Indonesia Terima Hadiah Loyalitas, Ada Mobil, Motor dan Smartphone
Sedangkan untuk tanaman Jagung di Kabupaten Soppeng, total tanam mencapai 237.655 Hektar dan mengalami kerusakan Ringan sebanyak 221 Hektar, rusak sedang 178 Hektar, rusak berat 260 Hektar dan yang Fuso sebanyak 4.050 Hektar, yang masih terancam mencapai 55.175 Hektar. (Yusuf)
