0%
logo header
Selasa, 30 November 2021 15:11

Kementan Dorong Kabupaten Gowa Jadi Wilayah Pengembangan Jagung

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, berbincang dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, di sela-sela Panen Raya Jaging, Minggu (28/11/2021).
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, berbincang dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, di sela-sela Panen Raya Jaging, Minggu (28/11/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Kabupaten Gowa akan dijadikan sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan pengembangan kawasan jagung oleh Kementerian Pertanian RI.

Pasalnya hal tersebut telah menjadi komitmennya untuk terus mendorong pengembangan kawasan jagung di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, pengembangan kawasan jagung di Kabupaten Gowa ini akan dilakukan seluas 1.200 hektar. Hal itu terdiri dari penyediaan sarana penanganan budidaya, pasca panen, dan produk olahan turunan jagung untuk menghasilkan jagung dengan kualitas tertentu.

Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat

“Kami mempersiapkan upaya-upaya optimalisasi ketersediaan pangan kita di 2022 nantinya,” katanya, Senin (29/11/2021) kemarin.

Ia mengatakan, pembangunan kawasan jagung merupakan contoh pengembangan kawasan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Pengembangan ini diharapkan akan meningkatkan indeks pertanaman.

Tidak hanya itu, pengembangan ini juga akan meningkatkan kualitas jagung dan Sumber daya manusia dengan adanya bimbingan teknis dan memperbaiki sarana produksi yang digunakan petani.

Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja

“Oleh karena itu, ini upaya yang maksimal bersama Bupati Gowa untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap hasil panen maupun perencanaan budidaya nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapa menambah musim tanam dari yang sebelumnya dua kali setahun mampu menjadi tiga kali setahun yang ditunjang dengan peralatan pertanian modern.

“Kita berharap tidak hanya untuk komoditas jagung, tapi juga komoditas lainnya yang bisa mendukung akselerasi penyediaan pangan dan pengembangan kawasan seperti ini tentu tidak hanya di Gowa ini kami lakukan,” ujarnya.

Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea

Sementara, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyebutkan, pada 2020 lalu luas tanam padi seluas 69.144 hektar dengan produksi 416.778 ton dimana naik 3,28 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada komoditas jagung, luas tanam seluas 53.455 hektar dengan produksi 296.846 hektar yang juga naik 3 persen dari sebelumnya.

Olehnya, apa yang dilakukan Kementan RI saat ini sebagai bentuk kontribusi Kabupaten Gowa terhadap pertanian Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan nasional, salah satunya pada komoditas jagung.

“Ini dibuktikan meskipun pandemi Covid-19 dimana semua mengalami penurunan, Gowa tidak merasakan pengaruh terlalu dalam karena 60 persen didukung oleh pertanian,” jelasnya. (Rhy)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646