REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Program Makassar Recover yang digagas Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk penanganan pandemi Covid-19, terus mendapat pujian. Kali ini pujian datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar.
Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mengatakan pandemi Covid-19 ini telah ditangani oleh empat Walikota Makassar dengan waktu kurang lebih dua tahun lamanya, masing-masing Iqbal Suhaib, Prof Yusran, Prof Rudy Djamaluddin dan Danny Pomanto.
“Bukan mengatakan Walikota sebelum Danny Pomanto tidak mampu melawan Covid-19, tapi faktanya, baru di masa Danny Pomanto-Fatmawati menjabat, Covid-19 langsung ada hasil sedikit demi sedikit hingga saat ini zero pasien Covid-19 di rumah sakit pemerintah,” kata Rudianto Lallo dalam diskusi yang digelar Ombudsman Makassar di Warkop Gaul Makassar, Jumat (29/10/2020).
Baca Juga : Anggaran Infrastruktur Untuk Seko Luwu Utara Capai Rp68 Miliar, Gubernur Sulsel: Insya Allah 2026
Menurut Rudi, Danny dengan ide Makassar Recover telah memulihkan Kota Makassar dari keterpurukan selama dua tahun lamanya, zonasi bisnis yang menjadi tumpuan PAD Makassar banyak yang tutup hingga pendidikan tidak berjalan.
“Ide walikota yang mengatasi Covid-19 dengan tidak biasa-biasa saja kami support penuh. Tidak ada kepala daerah dimanapun yang seperti Pak Danny yang betul-betul meluangkan ide, gagasan dan waktunya untuk pemulihan Kota Makassar dari bencana non alam alias pandemi,” tegas Rudi.
Atas dasar itu, iapun mendukung Walikota Makassar untuk menyiapkan anggaran tidak terduga sebesar Rp200 miliar. Bahkan menurutnya, anggaran itu masih sangat minim jika dibandingkan keampuhan dari program Makassar Recover tersebut.
Baca Juga : Kerja Nyata Munafri-Aliyah Sepanjang Tahun 2025: 105 Ruas Jalan Diaspal, 116 Drainase Dibangun
Senada dengan ketua DPRD Makassar, Humas IDI Makassar dr Wahyudin Muchsin mengatakan Walikota Danny Pomanto yang paling banyak melaksanakan inovasi dalam melawan Covid-19. Hal ini terlihat dari penurungan kasus Covid-19 dan tingginya presentase vaksinasi di Makassar.
“Capaian vaksinasi Kota Makassar yang sudah 71 persen dosis pertama dan 50 persen dosis kedua jauh lebih tinggi dibanding nasional yang 56 persen untuk vaksin pertama dan vaksin kedua 34,14 persen. Ini semua karena program Makassar Recover,” pungkasnya. (*)
