0%
logo header
Sabtu, 10 Januari 2026 13:23

Kinerja Industri Pasar Modal di Indonesia Tutup 2025 Dengan Solid dan Bertumbuh

Chaerani
Editor : Chaerani
Ilustrasi industri pasar modal. (Dok. Int)
Ilustrasi industri pasar modal. (Dok. Int)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Kinerja industri pasar modal Indonesia berhasil menutup 2025 dengan ketahanan solid dan pertumbuhan yang kuat.

Hal ini dianggap menjadi bukti terjaganya kinerja perekonomian nasional serta sentimen positif di tengah pasar keuangan global.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi menyampaikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup 2025 pada level 8.646,94 per 31 Desember 2025. Capaian ini dianggap menguat 1,62 persen secara month to month (mtm) dan melonjak 22,13 persen secara year on year (yoy).

Baca Juga : Perkuat Stabilitas Pangan di Daerah, Waka DPRD Sulsel Yasir Machmud Apresiasi Peresmian Gudang Pangan Polri

“Penguatan IHSG sepanjang 2025 mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik yang tetap terjaga, didukung stabilitas sistem keuangan dan sentimen global yang kondusif,” ujar Inarno dalam keterangannya.

Sepanjang 2025, IHSG mencatatkan rekor All-Time High (ATH) sebanyak 24 kali. Level tertinggi IHSG tercatat pada 8.710,70 pada 8 Desember 2025, bersamaan dengan capaian kapitalisasi pasar saham tertinggi sepanjang sejarah yang mencapai Rp16.005 triliun.

Meski IHSG mencatatkan kinerja impresif, OJK mencatat pergerakan indeks saham unggulan lainnya relatif lebih moderat. Indeks LQ45 tumbuh 2,41 persen yoy, sementara IDX80 menguat 10,07 persen yoy hingga akhir 2025.

Baca Juga : BPOM Sumbang Potensi Ekonomi Rp10.000 Triliun dari Sektor Kesehatan, Konsep ABG Taruna Ikrar Jadi Penggeraknya

Dari sisi likuiditas, aktivitas perdagangan saham juga menunjukkan peningkatan signifikan. Rerata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham bulanan pada Desember 2025 mencapai rekor ATH sebesar Rp27,19 triliun. Dengan capaian tersebut, RNTH bulanan konsisten berada di atas Rp20 triliun sejak Agustus 2025.

Inarno menjelaskan bahwa peningkatan likuiditas pasar saham domestik pada semester II-2025 tidak terlepas dari meningkatnya partisipasi investor ritel domestik. Proporsi transaksi investor ritel meningkat signifikan dari 38 persen pada 2024 menjadi 50 persen di 2025.

“Kondisi ini menunjukkan pendalaman pasar yang semakin baik,” terangnya.

Baca Juga : Solid Bergerak, PSI Sulsel Perkuat Aksi Sosial di Makassar

Ia menambahkan, secara tahunan, RNTH sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp18,07 triliun, kondisi tersebut meningkat tajam dibandingkan pada periode 2024 yang hanya mencapai Rp12,85 triliun. Tren ini mencerminkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap pasar modal Indonesia sebagai sarana investasi jangka panjang.

“OJK akan terus memperkuat stabilitas, transparansi, dan perlindungan investor. Sekaligus mendorong pendalaman pasar guna menjaga momentum pertumbuhan pasar modal nasional secara berkelanjutan,” tegas Inarno.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646