0%
logo header
Minggu, 18 Januari 2026 11:35

Kinerja Industri PVML Nasional Catat Pertumbuhan Positif

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga PVML OJK, Agusman di sela-sela pelaksanaan OJK Mengajar. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga PVML OJK, Agusman di sela-sela pelaksanaan OJK Mengajar. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Lembaga Pembiayaan serta Lembaga Keuangan Mikro (PVML) terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif hingga November 2025. Pertumbuhan ini pun dialami di tengah upaya menjaga stabilitas dan profil risiko industri.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman menyampaikan bahwa piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) pada November 2025 tumbuh sebesar 1,09 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Capaian ini pun meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat 0,68 persen yoy.

“Untuk total piutang pembiayaan mencapai Rp506,82 triliun. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh pembiayaan modal kerja yang mencatatkan pertumbuhan cukup kuat, yaitu sebesar 8,99 persen yoy,” ujarnya, dalam keterangannya, kemarin.

Baca Juga : DPC Gerindra Makassar Pilih Berbagi di Momen HUT ke-18, Sasar Warga Miskin Ekstrem

Dari sisi risiko, OJK menilai kondisi Perusahaan Pembiayaan tetap terjaga. Rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,44 persen, sementara NPF net berada di level 0,85 persen, relatif stabil dibandingkan Oktober 2025 sebesar 0,83 persen. Adapun gearing ratio PP tercatat 2,13 kali, menurun dari bulan sebelumnya 2,15 kali, dan masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali.

Sementara itu, pembiayaan modal ventura menunjukkan perbaikan kinerja. Pada November 2025, pembiayaan modal ventura tumbuh 1,20 persen yoy dengan total pembiayaan mencapai Rp16,29 triliun.

Agusman menyebutkan, di sisi industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding pembiayaan juga melanjutkan tren pertumbuhan. Dimana hingga November 2025 tumbuh 25,45 persen yoy, meningkat dari 23,86 persen yoy pada Oktober 2025, dengan nilai nominal mencapai Rp94,85 triliun.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Bibit, Green House dan Kapal Nelayan untuk Warga Bantaeng

“Hanya saja tingkat risiko kredit agregat atau TWP90 berada di level 4,33 persen. Nilai ini naik dibandingkan posisi Oktober 2025 sebesar 2,76 persen,” katanya.

Adapun pada industri pergadaian, penyaluran pembiayaan mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 42,88 persen yoy pada November 2025, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh 38,89 persen yoy. Total pembiayaan pergadaian mencapai Rp125,44 triliun, dengan kualitas risiko kredit yang tetap terjaga.

“Mayoritas pembiayaan disalurkan melalui produk gadai, yakni sebesar Rp102,75 triliun atau setara 81,92 persen dari total pembiayaan industri pergadaian,” terangnya.

Baca Juga : Target Selesai Februari Ini, Proses PAW RMS Menunggu Hasil Konsolidasi NasDem Sulsel

Selain itu, berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh Perusahaan Pembiayaan pada November 2025 meningkat 68,61 persen yoy menjadi Rp11,24 triliun. Meski sedikit melambat dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh 69,71 persen yoy, kualitas pembiayaan BNPL tetap stabil dengan NPF gross sebesar 2,78 persen.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646