REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Komunitas Milenial Peduli Sulsel (MPS) bersama Klinik Utama Botolempangang, menggelar sunat massal Gratis.
Kegiatan tersebut berlansung di klinik Utama Bontolempangang yang berlokasi di Kelurahan Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (30/03/2022) kemarin.
Ketua MPS Sulsel Hasrul Abdul Rajab, yang dikonfirmasi mengatakan Bhakti Sosial ini merupakan program prioritas.
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat
“Alhamdulillah dengan support pihak klinik bisa terlaksana dan hari ini ada 50 peserta yang disunat massal secara gratis,” ujarnya.
Dalam sunat massal gratis ini, Komunikasi milenial peduli Sulsel menyiapkan sarung secara gratis buat peserta sunat, sehingga orang tuanya tidak repot membawa atau membelikan sarung buat anaknya saat akan disunat.
“Kami memberikan hadiah sarung secara gratis buat peserta, jadi orang tuanya tidak lagi membawa sarung dari rumah, apalagi mau membeli yang baru,” ungkapnya.
Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja
Selain sarung, MPS juga memberikan minyak goreng satu liter bagi orang tua peserta secara gratis.
Dia menyebut minyak goreng yang disiapkan sesuai dengan jumlah peserta sunat massal gratis ini.
“Kita berikan juga minyak goreng kepada orang tua peserta secara gratis, mengingat minyak goreng masih terbilang sulit didapatkan,” kata Hasrul.
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
Sementara itu, Direktur Klinik Utama Botolempangang, dr. Darwin mengatakan mengapresiasi Komunitas MPS karena telah menggelar sunat massal gratis ini.
Kegiatan ini menurutnya sangat membantu masyarakat, utamanya masyarakat yang kurang mampu, apalagi dimasa pandemi Covid 19 seperti ini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, menurut kami kegiatan sunat massal secara gratis ini sangat membantu masyarakat utamanya masyarakat yang kurang mampu,” ungkap dr. Darwin Pemilik klinik.
Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL
Lanjutnya, peserta yang disunat rata-rata usia 6 sampai 12 tahun, dan tidak ada syarat khusus Selain peserta harus sehat.
“Anak-anak yang disunat ini umur 6 sampai 12 tahun. Hampir tidak ada syarat mengikuti sunat ini yang penting anaknya sehat,” jelasnya.
dr. Darwin menjelaskan metode sunat sudah canggih dengan metode laser, Sehingga kata dia, prosesnya lebih cepat hanya butuh 15 menit saja.
Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL
“Paling lama sembuh tiga hari. Bahkan Besok sudah bisa pakai celana,” katanya.
dr. Darwin mengaku sejauh ini proses khitan lancar dan aman, Meski demikian sejumlah anak yang disunat ada yang menangis karena ketakutan.
“Pelaksanaannya lancar dan aman. Untuk anak-anak yang menangis itu dikarenakan takut melihat jarum Takut dan kesakita. Tapi pelaksanaannya lancar,” ucapnya. (*)
