REPUBLIKNEWS.CO.ID, TEBING TINGGI – Sekda Kota Tebing Tinggi Muhammad Dimiyathi, turut hadir bersama team DKPP Propinsi Sumatera Utara, yang dipusatkan di kelulahan Mekar Sentosa, kecamatan Rambutan, pada hari Senin (29/03/2021).
Dalam sambutanya, Sekda Kota Tebing Tinggi menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara yang telah memberikan bantuan ini sehingga kelompok tani di kelurahan mekar sentosa dapat melaksanakan kegiatan pertaniannya dengan lebih baik lagi.
Sekda juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam sektor pertanian di Kota Tebing Tinggi saat ini adalah lahan pertanian yang mengalami penyusutan, sehingga dibutuhkan strategi yang tepat untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat atau provinsi.
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat
“Lahan pertanian di kota Tebing Tinggi secara existing hari ke hari, tahun ke tahun mengalami penyusutan, sementara sektor pertanian masih menjadi sektor andalan oleh pemerintah. Oleh karena itu bagaimanapun strateginya, OPD Teknis dalam hal ini DKPP harus dapat lebih optimal, bagaimana mencapai target-target yang telah ditetapkan pemerintah pusat ataupun provinsi.” jelas Sekdako.
Sekda memaparkan pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi tumpuan dalam hal ketahanan pangan. Bagaimana memenuhi kebutuhan pangan, strategi yang diterapkan untuk mencapai ketahanan pangan merupakan hal utama yang harus diperhatikan.
“Ketahanan pangan adalah hal yang utama yang harus dipikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan pangan, bagaimana mengembangkan ketahanan pangan sesuai dengan situasi dan kondisi di wilayah masing-masing,” ucap Sekda.
Baca Juga : Pinjaman Daring Masyarakat di Sulampua Naik 41,47 Persen, Bukukan Rp6,60 Triliun
“Dan pada kesempatan ini pula banyak kegiatan-kegiatan pertanian yang di match-kan, ditumpangsarikan dengan program kegiatan lain, jadi kalau sawah bukan hanya (diperuntukkan sebagai) sawah. (Kabupaten) Sergei sudah mencoba agribisnis-wisata, ada wisata (di) lahan pertaniannya,” terang Sekda.
“Walaupun kita masih sekecil ini bisa gak di-combine, di-match-kan sehingga masyarakat disini bukan hanya menunggu masa panen baru menyentuh atau ada dampak ekonominya (ada pendapatan) tetapi ketika masa tanam, pemeliharaannya ini juga ekonominya (ada pendapatan) bisa tumbuh. Tidak salah kita meniru yang lain yang sudah baik, yang sudah bagus. Silahkan ditiru, silahkan Pak Camat dan Pak Kadis (DKPP) mungkin bisa difasilitasi oleh Kabag Perkenomian ambilah (lakukan) ATM (Amati-Tiru-Modifikasi) dari sana. Amati, tiru modifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi kita,” tambah Sekda.
Dengan melakukan (inovasi) kombinasi pada sektor pertanian diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan petumbuhan ekonomi dapat tercapai. Ekonomi yang baik akan berbanding lurus dengan meningkatknya kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja
“Kita harus punya inovasi-inovasi sehingga pemulihan ekonomi kita bisa lebih cepat lagi, kita tidak melulu terpaku pada satu kegiatan tetapi bagaimana kita bisa inovasi, kita bisa combine kegiatan-kegiatan lain semata-mata tujuannya untuk meningkatkan perekonomian kita,” tutup Sekda. (Rudy Sentosa)
