0%
logo header
Rabu, 10 Agustus 2022 10:46

Lapas Parepare Berinovasi, Ciptakan Alat Pendeteksi Kebakaran di Smartphone

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Alat pendeteksi kebakaran dan kebocoran gas yang bisa terhubung ke smartphone android. Alat ini berhasil diciptakan petugas Lapas Parepare untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. (Dok. Humas Lapas Parepare)
Alat pendeteksi kebakaran dan kebocoran gas yang bisa terhubung ke smartphone android. Alat ini berhasil diciptakan petugas Lapas Parepare untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. (Dok. Humas Lapas Parepare)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PAREPARE — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Parepare berhasil menciptakan alat pendeteksi kebakaran dan kebocoran gas yang mampu terhubung langsung ke smartphone android.

Inovasi ini ditemukan petugas Lapas Parepare Tegar Fauzy Rifai yang merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham pengangkatan 2021 di Lapas Parepare.

Tegar mengatakan, alat pendeteksi tersebut terbuat dari Arduino atau pengendali mikro single-board yang bersifat open-source yang dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang sebagai mikrokontrolernya.

Baca Juga : Musda Kosgoro 1957 Sulsel Tunda Pemilihan Ketua, Penjaringan Bakal Calon Dimatangkan

“Alat ini masih portabel karena masih dirancang kecil sehingga dapat disimpan ditempat yang rawan terjadi kebakaran seperti di dapur, di ruang kerja, dan ruang lainnya,” katanya dalam keterangannya, Rabu (10/08/2022).

Menurutnya, pada alat ini terdapat juga sensor MQ6 sebagai pendeteksi gas, flame sensor sebagai pendeteksi api, buzzer sebagai alarm dan aplikasi android untuk monitoring atau memperoleh notifikasi jika terjadi kebocoran gas, maupun kobaran api.

Tak hanya itu, alat ini juga ada menu telepon daruratnya, sehingga bisa dimasukkan nomor petugas pemadam kebakaran untuk dihubungi segera. Alat pendeteksi ini juga dalam bekerja menggunakan jaringan internet, sehingga di manapun bisa dapat notifikasi. 

Baca Juga : Sulawesi Cup Race Sukses Digelar di Sidrap, Putaran Uang di UMKM Capai Miliaran Rupiah

Tegar yang merupakan lulusan D3 Teknik Elektro Politeknik ATI Makassar ini mengaku penemuan alat deteksi kebakaran tersebut berhasil diciptakan dari hasil belajar, serta dari komponen-komponen pelatihan dan praktik di kampus.

“Saya buat alat ini sebagai suatu inovasi yang bermanfaat pada Lapas Parepare dan mencegah adanya kebakaran,” kata Tegar.

Sementara Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Parepare Rahnianto mengatakan, alat ini dapat menjadi inovasi Lapas Parepare dalam melakukan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Baca Juga : Pemkot Makassar Gandeng PERADI Perkuat Penegakan Hukum dan Perlindungan Warga

“Tak hanya itu inovasi ini juga guna meminimalisir dampak lebih luas akibat dari terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Ia pun berharap, alat yang diciptakan petugasnya ini dapat dikembangkan dan mendapat perhatian di tingkat kementerian sehingga kedepannya dapat dikembangkan maupun dijadikan referensi oleh lapas maupun rutan di seluruh Indonesia.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sulawesi Selatan Liberti Sitinjak menyampaikan apresiasinya atas inovasi dari petugas Lapas Parepare yang berhasil menciptakan alat pendeteksi kebakaran tersebut.

Baca Juga : Hadiri Muskotlub Perbakin, Ketua KONI Makassar Bicara Soal Bantuan Anggaran Cabor

“Alat ini layak kita apresiasi dan dapat digunakan di seluruh lapas dan rutan di Sulsel untuk mencegah kebakaran,” katanya.

Liberti berharap alat ini segera difinalisasi dengan baik dan dikemas menarik kemudian didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) nya di Kanwil Kemenkumham Sulsel.(*)

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646