REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK) Sulselbar melaksanakan pertemuan awal tahun bertajuk “Ngobrol Santai (NGOBRAS)”.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor OJK Sulselbar ini menjadi wadah konsolidasi bagi OJK Sulselbar bersama para pimpinan perbankan, perusahaan asuransi, pembiayaan, pasar modal, dan industri keuangan lainnya yang beroperasi di wilayah Sulselbar dalam membangun sinergi produktif di sektor jasa keuangan.
Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin mengatakan, dalam pertemuan tersebut beberapa hal telah disepakati dalam rangka memperkuat sinergitas mendorong penguatan sektor jasa keuangan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Baca Juga : Marcell Siahaan Edukasi Pelaku Usaha Soal Royalti di Makassar
“Pertemuan ini adalah langkah awal yang sangat penting. Melalui dialog informal namun substantif ini, kita dapat menyamakan persepsi agar seluruh kebijakan yang diambil oleh masing-masing lembaga jasa keuangan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah di Sulselbar di tahun ini,” terangnya, dalam pertemuan, kemarin.
Ia menjelaskan, beberapa sinergi produktif yang dihasilkan dalam pertemuan yakni, pertama, dukungan terhadap sektor produktif dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menyusun strategi bersama untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Kedua, penguatan literasi dan inklusi keuangan secara masif dengan melanjutkan keberhasilan tahun sebelumnya. Sehingga dari pertemuan tersebut disepakati adanya komitmen untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat khususnya di daerah pelosok Sulawesi Barat dan sektor perdesaan di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Guru Besar UMI Prof Lauddin Tegaskan Demo Sah, Blokade Jalan Bisa Digugat Secara Hukum
“Kita akan mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui program-program inovatif, seperti Layanan Literasi dan Inklusi Keuangan (LAYARKU) dan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN),” jelasnya.
Ketiga, mitigasi risiko dan perlindungan konsumen dengan memperkuat fungsi pengawasan mandiri di internal industri untuk memberantas praktik keuangan ilegal, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal.
Keempat, penguatan kegiatan sosial, keagamaan, dan kebersamaan melalui program kemanusiaan yang mencakup penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat prasejahtera, peringatan hari besar keagamaan secara bersama, serta kegiatan bakti sosial di wilayah terdampak bencana.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Raih Penghargaan SAKIP 2025, Nilai Akuntabilitas Kinerja Naik ke Kategori Sangat Baik
Selain itu, forum akan rutin menggelar agenda seni dan olahraga (seperti Porseni) untuk memperkuat bonding dan rasa kekeluargaan antar-insan industri jasa keuangan.
Selain aspek strategis, pertemuan ini juga diisi dengan sesi ramah tamah untuk mempererat hubungan antar pengurus.
“Solidaritas OJK bersama industri jasa keuangan menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kian kompleks. Dengan semangat kebersamaan kami siap menjadi pilar pendukung utama peningkatan literasi dan inklusi keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulselbar,” tegas Muchlasin.
