Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kabupaten Gowa Kawaidah Alham mengatakan, ada tujuh indikator atau poin penilaian sehingga Pemkab Gowa berhasil meraih penghargaan ini. Antara lain, kebijakan, anggaran, partisipasi, komitmen kelembagaan, sumber daya manusia, alat analisis gender dan data gender.
“Jadi tujuh poin ini kita lakukan penginputan ke dalam aplikasi lalu dilakukan perengkingan oleh tim penilai dari Kementeria PPPA dan Alhamdulillah Gowa bisa meraih Kategori Madya meskipun baru pertama kali mendapatkan penghargaan ini,” jelasnya.
Sementara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengungkapkan, penghargaan ini diberikan setiap dua tahun sekali kepada lembaga/kementerian, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota karena dianggap berperan dalam pengarusutamaan gender.
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
Dalam penerimaan APE 2020 ini, Kabupaten Gowa berhasil menerima kategori tingkat madya atau pengembangan. Dimana dalam kategori penerima APE ini terdapat empat kategori yakni tingkat pratama (pemula), tingkat madya (pengembangan), tingkat utama (peletakan dasar dan keberlanjutan) dan tingkat mentor.
“Ini sebagai bentuk apresiasi kepada daerah atas usaha-usaha dan implememtasinya dalam pengarusutamaan gender. Terdapat 13 kementerian lembaga, 29 provinsi, dan 266 kabupaten dan kota yang meraih penghargaan ini,” jelas Bintang Puspayoga. (Rhy)
