REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA- Sebanyak lima lokasi di Kabupaten Gowa berhasil lolos pada seleksi administrasi Program Kampung Iklim (Proklim) yang diselenggarakan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.
Kelima wilayah tersebut antara lain, empat desa yang akan mendapatkan kategori utama yakni Desa Bolaromang, Desa Mamampang dan Desa Tonasa, semuanya ada di Kecamatan Tombolopao, dan Kelurahan Pandang-Padang, di Kecamatan Somba Opu.
Sementara wilayah yang akan mendapatkan Proklim kategori Lestari yakni Rumah Koran di Desa Kareapia, Kecamatan Tombolopao.
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
Ketua Tim Verifikator Program Kampung Iklim, Muh Kundarto mengatakan, setelah sejumlah lokasi di Kabupaten Gowa dalam program ini dinyatakan lolos administrasi, pihaknya akan melakukan verifikasi calon Proklim utamanya ditingkat Lestari. Hal ini dilakukan dengan cara mengecek secara langsung apakah data-data yang telah dimasukkan dan diusulkan sesuai dengan fakta-fakta di lapangan.
“Proklim itu tingkatannya adalah Pratama, Madya, Utama dan Lestari. Lestari ini adalah best of the best-nya Proklim, makanya kriterianya sangat rumit,” katanya saat melakukan kunjungan dalam rangka verifikasi lapangan di Kabupaten Gowa yang diterima di Rumah Jabatan Bupati Gowa, Senin (01/08/2022).
Dirinya mengaku, Kabupaten Gowa menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang telah lolos seleksi administrasi dalam Proklim Tingkat Lestari.
Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL
Lebih lanjut, ia menjelaskan ada enam kriteria yang akan dinilai dalam proses penilaian. Pertama, apakah lokus tersebut telah melakukan pembinaan di 10 lokasi lain. Kedua, lokus tersebut pernah mendapatkan penghargaan minimal tingkat provinsi. Ketiga, adanya peningkatan dari penilaian Proklim Utama ke Proklim Lestari.
Keempat, adanya perencanaan yang bagus untuk 5 tahun kedepannya. Kelima, apakah sudah layak untuk dilakukan pembinaan minimal lokasi tersebut sudah berjalan dua atau tiga tahun, dan keenam adanya dukungan keberlanjutan dari lokasi tersebut apakah lembaga tersebut sudah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak, bukan hanya kerjasama dengan pemerintah tetapi dari berbagai organisasi ataupun akademisi.
“Jadi setelah dilakukan pengecekan semua kriteria kemudian hasilnya akan kita bawa ke Jakarta nanti ada tim dewan pengarah yang akan memutuskan layak atau tidaknya masuk mendapatkan penghargaan,” jelas Muh. Kundarto.
Baca Juga : Bupati Gowa Ajak Masyarakat Peringati Isra Mi’raj untuk Perdalam Keimanan
Sementara Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyampaikan rasa syukur dan terimakasih karena Kabupaten Gowa telah diberikan kepercayaan masuk nominasi dalam Proklim Lestari. Meski menyadari bahwa persoalan perubahan iklim ini masih kurang familiar di masyarakat. Bahkan, mungkin nanti di lapangan ditemukan daerah yang melaksanakan program inipun ada masyarakatnya yang tidak mengetahui dengan isu perubahan iklim ini.
“Saya senang lewat Proklim ini Pemkab Gowa nanti bisa mengetahui apa-apa saja yang menjadi kelemahan, dan dievaluasi dengan upaya-upaya teknis bisa diperbaiki. Termasuk merubah pola pikir masyarakat untuk lebih peduli terhadap perubahan iklim,” katanya.
Isu terkait perubahan iklim penting untuk terus dikampanyekan bersama. Sehingga nantinya apabila ada perubahan iklim masyarakat sudah mengantisipasi apa-apa saja yang tidak boleh dilakukan pada permasalahan perubahan iklim.
Baca Juga : Dukung Komitmen Presiden RI Hapus Kemiskinan Ekstrem, Bupati Gowa: Searah Kebijakan Daerah
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis menyampaikan bahwa Kabupaten Gowa sekarang mendapatkan kesempatan dinilai dalam Proklim Lestari.
Dirinya menyampaikan, awal mula pihaknya mengusul Proklim ini pertama-tama dari tim pembina Kabupaten Gowa mengecek lokasinya jika sesuai dengan kriteria kemudian dilanjutkan dengan mengusul melalui aplikasi untuk spektrum ke provinsi. Setelah itu kemudian ke Kementrian LHK untuk diseleksi dari segi adminstrasi.
“Alhamdulillah semua yang kita usul ini masuk kategori baik yakni Kategori Proklim Utama maupun Proklim Lestari,” ujarnya. (*)
