REPUBUKLIKNEWS.CO.ID, PANGKEP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler angkatan 62 Universitas Muslim Indonesia (UMI) periode 2018/2019 menggelar proses belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri 22 Kalukue, Desa Tamangapa Dusun Kalukue Kabupaten Pangkep, Rabu (06/03/2019).
Aktivitas belejar mengajar tersebut adalah bagian dari beberapa rumusan program kerja yang telah direncanakan hingga satu bulan mendatang.
Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Kalukue, Naharuddin S.pd, MM mengatakan, pihak sangat senang dengan kedatangan Mahasiswa apalagi ada rumusan program kerja tentang mengajar disetiap sekolah-sekolah dasar.
Baca Juga : Rukita Ekspansi ke Indonesia Timur, Resmikan Hunian Coliving Modern di Makassar
“Kami sangat terbuka lebar terhadap adik-adik Mahasiswa yang ingin mengajar disekolah ini, sebab sejak dulu memang kami sangat kekurangan tenaga pengajar,” ujar Naharuddin.
Lebih lanjut Naharuddin mengatakan sejak tiga tahun terakhir SDN 22 Kalukue sudah tidak memenuhi Standar Pembelajaran Minimum (SPM) sekolah karena jumlah siswa yang kurang dari 60 orang dan tenaga pengajarnya yang minim.
“Total keseluruhan siswa SDN 22 Kalukue dari kelas 1 sampai kelas 6 hanya berjumlah 45 orang dengan rata-rata 7 sampai 8
siswa perkelasnya, sedangkan gurunya hanya berjumlah 7 orang,” tuturnya.
Baca Juga : OJK Kini Libatkan LPS Lakukan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan
Dengan Kondisi demikian, pihaknya berharap agar SDN 22 Kalukue dilakukan peleburan dengan sekolah terdekat.
“SDN 22 Kalukue harusnya sudah dilebur dengan salah satu sekolah terdekat yang berada di Desa ini, pasalnya ini menyangkut efektivitas proses belajar mengajar kita,” kata Naharuddin.
“Dilain sisi ini juga menjadi hak siswa untuk mendapat asupan pendidikan yang lebih baik,” tutupnya.
Baca Juga : Perkuat Penguatan Struktur, Husniah Talenrang Massifkan Konsolidasi PAN di Daerah
Sementara itu, salah satu Mahasiswa KKN, Sri Resky Amaliah, mengatakan kondisi sekolah SDN 22 Kalukue saat ini sangat memprihatikan, mengingat seluruh murid hanya mendapatkan materi pendidikan yang tidak memadai.
“Kami harap ada langkah cepat yang harus dilakukan pemerintah Kabupaten Pangkep, dalam hal ini Dinas Pendidikan. Kasian sekali murid-murid di SDN 22 Kalukue kalau belajar dengan kondisi sekolah yang tidak memadai,” kata Sri Resky Amaliah.
(Andy)
