REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Ketertarikan masyarakat di wilayah Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) makin besar untuk menjadi investor saham. Hal ini terlihat pada perkembangan positif di sektor pasar modal, terutama dari sisi peningkatan jumlah investornya.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch Muchlasin mengatakan bahwa hingga November 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulampua tercatat mencapai 1.241.229 SID. Jumlah tersebut tumbuh 27,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Sementara, di November 2024 jumlah SID di pasar modal hanya mencapai 972.688 dengan pertumbuhan 32,68 persen secara tahunan.
Baca Juga : Perkuat Implementasi Asta Cita di Daerah, Bupati Sidrap Hadiri Rakernas Apkasi XVII di Batam
“Pertumbuhan jumlah investor ini menunjukkan tren yang sangat positif. Ini menandakan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan investasi yang legal dan terawasi,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.
Ie menyebutkan, pada instrumen pasar modal di Sulampua di dominasi oleh reksa dana dengan jumlah investor 1.172.479 SID atau meningkat 26,92 persen secara yoy. Hal ini disebabkan karena reksa dana relatif mudah diakses dan sesuai bagi investor pemula.
Sementara, dari segi pertumbuhan jumlah investor tercatat pada instrumen saham yang tertinggi sebesar 38,90 persen yoy. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan minat sekaligus pemahaman masyarakat terhadap investasi di pasar saham.
Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja
“Pada jumlah investor pasar saham di periode ini sebanyak 439.294 SID. Sementara di tahun lalu pada periode yang sama sebanyak 316.271 SID dengan pertumbuhan tahunan 27,33 persen,” terangnya.
Adapun pada peningkatan di sektor Surat Berharga Niaga (SBN) tumbuh 12,28 persen secara tahunan dengan jumlah investornya mencapai 36.286 SID hingga November 2025.
Menurut Muchlasin, peningkatan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya edukasi dan literasi keuangan yang terus dilakukan oleh OJK bersama para pemangku kepentingan. Olehnya, pihaknya terus berkomitmen dalam mendorong pertumbuhan pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan literasi, perlindungan investor, serta pengawasan terhadap aktivitas pasar modal.
Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea
“Kami melihat masyarakat semakin memahami potensi dan risiko investasi saham. Hal ini menjadi indikator positif bagi pendalaman pasar modal di wilayah Sulampua,” tegasnya.
