REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Peraturan Pemerintah (PP) No.86/Tahun 2021 tentang Grand Design (Desain Besar) Olahraga Nasional lahir dari keresahan Presiden Joko Widodo terhadap pembinaan dan prestasi olahraga Nasional. Oleh sebab itu, revisi UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang sedang bergulir saat ini akan memuat roh PP tersebut.
“Selama ini tata kelola dan manajemen pembinaan olahraga itu belum berjalan dengan baik. Melalui PP tersebut manajemen olahraga nasional akan dimulai dari jalur pendidikan umum pendidikan olahraga dan kita akan melakukan review total ekosistem pembinaan olahraga prestasi nasional yang selama ini belum terkelola dengan baik melalui jangka panjang,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, ketika membuka Rapat Kerja Nasional (rakernas) KONI 2021 di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (08/12/2021) petang.
Menpora Zainuddin Amali yang didampingi Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menegaskan, sasaran utama pembinaan prestasi olahraga nasional adalah pencapaian prestasi pada olimpiade, sementara SEA dan Asian Games merupakan sasaran antara. Parameter yang digunakan adalah cabang olahraga yang dengan modal teknik dan akurasi. Sebanyak 12 cabang olahraga terpilih dalam katregori ini, dua di antaranya adalah bulu tangkis dan angkat besi. Sasarannya adalah Olimpiade 2025. Pemilihan olahraga ini menggunakan sistem promosi dan degradasi.
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
“Pada tahun 2044, tepat satu abad kemerdekaan, Indonesia menargetkan berada para peringkat V dunia. Target ini bukan tidak mungkin karena merujuk pada Paralimpik Tokyo kita menargetkan masuk peringkat ke-60, ternyata para atlet kita mampu berada pada peringkat ke-43,” ujar Menpora.
Dia menekankan, pembinaan olahraga prestasi akan ditangani oleh KONI bersama cabang olahraga ikut melaksanakan pembinaan olahraga prestasi dan mengimplementasikan pembinaan olahraga prestasi. Zainuddin Amali juga menyinggung masalah penyelenggaraan PON tetap harus mengikuti panduan KONI.
“Hanya saja ada fenomena, prestasi itu penting, namun yang jauh lebih penting adalah melaksanakan pembinaan,” tegas Menpora.
Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan, Rakernas KONI kali ini selain mengevaluasi penyelenggaraan PON XX/2021 Papua, juga menuju PON XXI/2024 Aceh-Sumut. Rakernas diikuti utusan 34 KONI provinsi dan 72 organisasi induk olahraga yang menjadi anggota KONI.
“KONI Pusat dan KONI Provinsi sepakat mendukung desain besar olahraga nasional yang digagas pemerintah,” ujar Marciano Norman.
Ia mengatakan, KONI bersama pengurus induk olahraga akan mencari terobosan-terobosan guna mewujudkan target pemerintah dalam pembinaan olahraga prestasi. Pengurus induk cabang olahraga akan menjadi garda terdepan pembinaan olahraga prestasi. KONI akan berkolaborasi dengan pengurus induk cabang olahraga.
Baca Juga : Aset Perbankan di Sulampua Tumbuh 4,26 Persen, Bukukan Rp572,44 Triliun
“Pada tahun 2022 Indonesia menggelr maraton kelas dunia, seperti yang dilakukan di luar negeri,” ujar Ketua Umum KONI Pusat.
Dia mengungkapkan, Indonesia juga akan menyelenggarakan Asian Youth Games dan Oiimpic Games serta menggelar kembali PON Remaja. Kegiatan lain adalah melaksanakan Indonesia Beach Games Asia dan World Beach Games. Juga digagas Pekan Olahraga Beladiri Nasional yang diikuti cabang olahraga Karate, Pencak Silat, Taekwondo, dan sejenisnya. Termasuk juga menggelar Pekan Olahraga Nasional Indoor Games.
Pada acara pembukaan rakernas tersebut, KONI Pusat menyerahkan penghargaan kepada atlet terbaik, yakni Greysia Polii/Apriyiani Rahayu (peraih medali emas ganda putri Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo), Eko Yuli Irawan (medali perak Angkat Besi Olimpiade Tokyo kelas 61 kg), Rahmat Erwin Abdullah medali perunggu Angkat Besi kelas 73 kg Olimpiade Tokyo), Anthony Sinisuka Ginting (medali perunggu tunggal putra Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo), dan Windy Candika Aisah (medali perunggu Angkat Besi kelas 49 kg putri Olimpiade Tokyo).
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Kantongi Sertifikat HGB PLTU Punagaya di Jeneponto
KONI Pusat juga memberikan penghargaan kepada pelopor olahraga yakni Dr.Zainuddin Amali, Menteri Pemuda dan Olahraga, Gubernur Papua Lukas Enembe, Ketua DPRD Papua Johny Banua Rouw, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Bupati Merauke Romanus Mbaraka, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius YogoTriyono, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D.Fikri, Kepala BIN Papua Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon, dan Ketua Harian PB PON Papua Dr.Yunus Wonda, M.A.
Penghargaan atas prestasi diberikan kepada KONI Jawa Barat yang berhasil mempertahankan juara umum dua PON berturut-turut.
KONI Bali dengan kategori “fair play” dan KONI Papua atas peningkatan prestasi. Sementara itu, pembina cabang olahraga diberikan kepada Ketua Umum PB PBSI Agung Firman Sampurna yang juga menjabat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, dan Ketua Umum PB PABSI yang diterima Joko Pramono.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Kantongi Sertifikat HGB PLTU Punagaya di Jeneponto
KONI Sulawesi Selatan pada rakernas ini mengirim utusan yang terdiri atas Ketua Umum KONI Sulsel Ellong Tjandra, S.E.,M.M. dan Plt Sekretaris Umum KONI Sulsel Dr.H.M.Dahlan Abubakar, M.Hum. Kedua delegasi KONI Sulsel tersebut sempat bersilaturahim dengan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman menjelang acara pembukaan Rakernas.
Rakernas KONI tersebut sepanjang Kamis (9/12/2021) ini terisi penuh dengan agenda menyangkut laporan kegiatan 2020-2021 dan Rancangan Program Kerja KONI Pusat tahun 2022, Laporan Kegiatan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) 2020-2021 dan Rancangan Program Kerja BAORI tahun 2022, Sosialisasi Grand Desain KONI, Paparan Rencana Multi Kejuaraan 2022-2024.
Kamis sore dilaksanakan jawaban dan penjelasan KONI Pusat, dilanjutkan dengan sidang komisi program kerja dan evaluasi PON Papua serta Pengesahan Hasil Sidang Komisi dan Pembacaan Keputusan Rakernas KONI tahun 2021. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman akan menutup Rakernas KONI tahun 2021. (M. Dahlan Abubakar)
